LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

WN Rusia pengibar bendera palu-arit dipanggil tuan Demi

Bendera palu-arit itu berkibar setelah salah seorang buruh proyek melaporkan kepada kepala lingkungan setempat.

2015-09-02 21:09:01
Bendera PKI
Advertisement

Turis asal Rusia, Maslennikov Dmitri (49) yang sudah lama menetap di sebuah Vila di wilayah Mengwi, Kabupaten Badung di Bali, sudah begitu akrab dikenal masyarakat setempat. Bahkan begitu akrabnya, pria yang disapa tuan Demi (Dmitri) oleh warga Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi.

"Orangnya memang jarang keluar, tetapi sangat murah senyum. Kita panggil namanya tuan Demi," ungkap Eka, salah seorang warga setempat Rabu petang (2/9) di Mengwi Badung, Bali.

Kata dia, saat pengibaran bendera tidak semua orang melihat. Bendera palu-arit itu berkibar setelah salah seorang buruh proyek melaporkan kepada kepala lingkungan setempat, Nyoman Darpa.

Hal itupun dibenarkan Darpa, sebelum melaporkan ke Polsek Mengwi, ia bersama tokoh adat dan warga sempat mendatangi rumah tuan Demi. "Kita baru bisa masuk vila setelah bersama pihak Polsek dan Danramil," ungkapnya.

Sebelumnya, lajang asal Rusia yang sudah enam tahun di Bali dan bekerja sebagai pelatih surfing, ini diperiksa di Polsek Mengwi. Namun karena kasusnya menyangkut pengibaran bendera yang menjadi sejarah hitam bangsa Indonesia, akhirnya dilimpahkan ke Polres Badung.

"Kasusnya sudah kita periksa sementara, untuk saat ini masi didalami di Polres Badung. Ya, dilimpahkan ke Polres Badung kasusnya," ungkap Kapolsek Mengwi, Kompol I Nengah Sumadi.

Dmitri sendiri mengakui bahwa pengibaran bendera itu baru berlangsung selama 1 jam. Bahkan sebelumnya bendera merah putih, karena robek, akhirnya diganti. Tujuan memasang, untuk mengetahui kerasanya angin.

"Sejauh ini alasannya untuk mengetahui kekuatan angin. Tetapi kita akan dalami, terutama asal usul dari Dmitri, serta kegiatan selama menetap di Bali," singkat Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Boy Jumalolo, sizin Kapolres Badung, Rabu (2/9) di Bali.

Baca juga:
Kibarkan bendera palu-arit di vila di Bali, WN Rusia dicokok polisi
PBNU tolak peredaran simbol PKI di masyarakat
PKI bangkit lagi, cuma fobia atau bisa terjadi?
Kapolri soal atribut PKI di Pamekasan: Itu buat teatrikal HUT RI
Salah persepsi, aparat & pejabat dibuat ketar-ketir soal isu PKI
Pangdam Brawijaya: Kasus atribut PKI di Pamekasan selesai
Puluhan pemuda di Buleleng dibina karena pakai kaos gambar palu arit

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.