LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto sebut toleransi dan soliditas kunci dari persatuan bangsa

"Perlu adanya kembali semangat toleransi dan toleransi itu yang menjadikan bangsa ini kuat, saya datang ke sini karena saya harus, karena kita bicara masalah yang sangat prinsipil," ungkapnya saat memberikan kata sambutan dalam acara Talkshow KNPI, di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan.

2017-05-27 21:30:00
Kerukunan umat beragama
Advertisement

Menko Polhukam Wiranto mengatakan masalah kebhinekaan yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia perlu diperhatikan. Menurutnya salah satu cara untuk mempersatukan bangsa Indonesia adalah dengan cara menjaga soliditas bangsa.

"Perlu adanya kembali semangat toleransi dan toleransi itu yang menjadikan bangsa ini kuat, saya datang ke sini karena saya harus, karena kita bicara masalah yang sangat prinsipil," ungkapnya saat memberikan kata sambutan dalam acara Talkshow KNPI, di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/5).

Dalam acara tersebut Wiranto juga mengatakan bahwa tugasnya menjadi menteri bukan untuk mencari jabatan. Melainkan adalah tugas untuk melayani negara.

"17 Tahun lalu saya sudah menjadi Menko Polhukam 17 tahun kemudian jadi lagi, itu karena nasionalisme bukan karena jabatan," klaim Wiranto.

Diapun mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan yang harus dijaga dan dikuatkan. "Kalau kita ingin merajut, berarti kita ingin menyatukan kembali sesuatu yang diberikan telah Tuhan, dari dulu nusantara ini beragam baik etnis, ras dan budayanya," tuturnya.

Wiranto merefleksikan kembali bahwa meskipun bangsa Indonesia adalah negara yang bermayoritaskan Muslim terbesar didunia, namun para pendiri bangsa ini telah setuju untuk tidak memaksakan diri membentuk negara Islam.

"Kita ada negara yang masyarakat Islamnya terbesar di dunia tapi kita tidak memilih negara Islam. Para pendiri bangsa tidak memaksakan pendirian negara Islam, tapi mereka mencoba mencari jalan tengah dengan tetap sesuai dengan kaidah Islam, maka lahir lah Pancasila yang bunyi seperti sekarang," jelas Wiranto.


Baca juga:
Janji Wiranto bikin UU Terorisme lebih keras seperti negara lain
Wiranto pimpin rapat dengan sejumlah menteri di Kemenko Polhukam
Ini hasil pembicaraan Tony Wenas soal Freeport di Kemenkopolhukam
MoU pertukaran data perkara resmi dilaunching
Rizal Ramli tergesa-gesa temui Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam
Temui Wiranto, Gubernur Abdul Gani minta saran pengamanan di Malut
Sosialisasi demo 212, Menkopolhukam panggil semua dubes di Indonesia

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.