LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto sebut pelaku teror Gereja St Yosep doyan main internet

Lebih jauh Wiranto mengungkapkan saat digeledah, petugas menemukan tulisan i love Al Bagdadi di ranselnya

2016-08-29 12:34:55
Teror gereja Medan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, IAH alias Ivan Ahmadi (17), pelaku peledakan yang diduga bom dan percobaan pembunuhan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Mansyur Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8) kemarin, suka main internet di warnet milik kakaknya.

Saat petugas menggeledah tempat Ivan, ditemukan bahan rakitan untuk bom seperti black powder atau bubuk hitam mesiu, baterai, solder dan lain sebagainya.

"Ivan itu 4 bersaudara dan kakaknya punya warnet, dia sangat getol main internet. Dan berdasarkan pemeriksaan apa yang dia lakukan dan hasil penggeledahan di kosannya memang ada rakitan atau bahan rakitan untuk bom. Tapi yang didapat dari internet, ada kawat tembaga, ada black powder, baterai, lampu pijar, solder, dan sebagainya," kata Wiranto di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

Mantan Panglima ABRI era Orde Baru ini memaparkan bahan-bahan yang ditemukan itu diduga untuk merakit bom.

"Yang intinya itu bisa digunakan untuk membuat bom rakitan. Tapi memang saat dia masuk gereja itu bawa 6 batang bom ciptaan sendiri, isinya semen dan black powder atau bubuk mesiu, serta korek api, sehingga ledakannya pun seperti mercon," beber Wiranto.

Namun, kata Wiranto, aksi Ivan itu malah mengenai dirinya sendiri dan dia berhasil ditangkap oleh petugas.

"Tapi itu membakar dirinya sendiri sehingga pada saat dia kerja pastur Albert untuk dianiaya atau dibunuh menggunakan kapak dapat diamankan oleh jemaah lain dan diamankan aparat," jelasnya.

"Sekarang sedang pendalaman. Hasil pendalaman dia bukan masuk jaringan terorisme internasional, tapi yang bersangkutan saat digeledah di ranselnya dan di kosannya memang terobsesi oleh gerakan radikal dan terorisme internasional," sambung Wiranto.

Lebih jauh Wiranto mengungkapkan saat digeledah, petugas menemukan tilisan i love Al Bagdadi diranselnya.

"Karena di situ ada tulisan "I love Al Bagdadi". Tapi ini tentu terus kita dalami," pungkasnya.

Insiden peledakan yang diduga bom dan percobaan pembunuhan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep terjadi Minggu (28/8) kemarin sekitar pukul 08.20 WIB. Peristiwa terjadi saat Pastor Albert Pandiagan, OFM Cap (60) usai membaca kitab suci. Ledakan itu diduga bom berkekuatan rendah.

Baca juga:
Penyerang pastor di Medan rajin ibadah dan mantan anak IPA saat SMA
Pelaku penyerangan Gereja St Yosep terinspirasi dari teror Prancis
Warga Medan diminta tak terprovokasi serangan di Gereja St Yosep
IAH coba ledakkan Gereja St Santo Yoseph karena diimingi uang
Fakta-fakta teror ledakan bom di Gereja St Yosep Medan

Advertisement
(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.