LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wiranto Kaget Jalur Tikus Transaksi Narkoba di Kalimantan Utara Capai 1.400

Wiranto menilai pentingnya pembangunan di wilayah perbatasan. Sebab ancaman saat sudah berubah, tidak lagi berorientasi pada serangan-serangan militer dari negara lain melainkan multidimensional.

2019-03-18 20:57:46
wiranto
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai pentingnya pembangunan di wilayah perbatasan. Sebab ancaman saat sudah berubah, tidak lagi berorientasi pada serangan-serangan militer dari negara lain.

"Itu dulu sehingga kita harus memperkuat angkatan bersenjata kita, melatih pasukan-pasukan kita untuk melatih ancaman dari luar. Sekarang enggak mungkin. Karena negara lain nyerang negara lain. Itu biaya mahal dan akan dikutuk dunia internasional," katanya, Senin (18/3).

Saat ini, Wiranto menambahkan, ancaman berubah menjadi multidimensional. Seperti serangan narkoba, human trafficking, radikalisme, terorisme, illegal fishing, illegal logging. Ia pun mengambil salah satu contoh serangan narkoba.

Advertisement

"Saya tanya Gubernur Kalimantan Utara yang saya sinyalir paling banyak dimasuki Narkoba. Pak Gub jalur tikus yang tidak diawasi berapa. Saya pikir jawabannya 50 tapi 1.400 jalur tikus," ucap dia.

Atas dasar itulah, Wiranto menegaskan pembangunan daerah perbatasan dan memperkuat perbatasan penting dilakukan. Kalau tidak, maka negara mudah rapuh.

"Akan banyak ancaman yang langsung ke jantung kehidupan bangsa Indonesia di pusat-pusat perkotaan. Jadi itulah sekelumit tentang bagaimana pentingnya dan tepatnya Presiden membangun dari pinggiran," ujar dia.

Advertisement

Wiranto juga memuji langkah pemerintahan di bawah pimpinan Joko Widodo. Ia mengatakan, Jokowi berani untuk menerobos kebijakan-kebijakan nasional yang berorientasi kepada pembangunan dari pinggiran.

"Membangun dari pinggiran perlu keberanian karena tidak populer. Karena uang yang dikeluarkan banyak tapi kelihatannya itu tidak dapat pujian banyak orang. Beda dengan di kota. Misal bangun menara yang tinggi pasti banyak yang tepuk tangan karena banyak yang lihat," katanya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Suhajar Diantoro, mengatakan membangun kawasan perbatasan bukan hanya urusan meningkatkan wibawa negara, tetapi juga bentuk keseriusan negara menunaikan janji kemerdekaan yaitu memuliakan seluruh rakyat Indonesia.

Suhajar menjelaskan salah satu wujud nyata memuliakan seluruh rakyat Indonesia yakni mensejahterakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil dan terluar, di gunung atau perbukitan di wilayah perbatasan negara tempat patok-patok batas negara.

Untuk itulah, sambung Suhajar, tujuan dari Gerbangdutas ini adalah mendorong percepatan pembangunan perbatasan negara secara komprehensif dan terpadu.

"Gerbangdutas ini merupakan tanda dimulainya pelaksanaan program dan kegiatan yang diarahkan untuk pembangunan di perbatasan Negara 2019 dengan alokasi Rp 12,229 Triliun yang tersebar pada seluruh wilayah perbatasan Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut Suhajar menyatakan, kegiatan Gerbangdutas ini juga sebagai bagian dari keteguhan hati dalam membangun wilayah perbatasan negara.

Ia turut mengucapkan terima kasih atas dukungan Menko Polhukam Wiranto selaku Ketua Pengarah BNPP dan seluruh kementerian dan lembaga yang telah memberikan bantuan, dukungan, motivasi dan hadir langsung pada acara Gerbangdutas ini.

"Terima kasih atas kolaborasi dan kerjasama kita semoga, kehadiran kita semua di sini merupakan bentuk nyata keteguhan hati dalam membangun wilayah perbatasan negara," pungkasnya.

Kegiatan Gerbangdutas ini diresmikan oleh Menkopolhukam Wiranto yang sekaligus memberikan secara simbolis 200 KK penerima manfaat administrasi kependudukan, program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 75 unit, bantuan alat pengolah Kopra kepada perwakilan warga Morotai, Jufrin.

Kemudian penyerahan ambulans dan kapal cepat kepada Puskesmas Daruba, Morotai, Malut, dan Kartu Asuransi Nelayan untuk 738 orang.

Suhajar mewakili Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP Tjahjo Kumolo turut menyerahkan piagam penghargaan kepada Gubernur Maluku Utara, Kapolda Malut, Kasdam Enam Patimura, Danlamtamal 14, Kepala Badan Intelijen daerah Malut, Kepala Kejaksaan Tinggi Malut serta Danrem 152/Babullah.

Penyerahan piagam penghargaan ini sebagai apresiasi dan penghargaan atas bantuan kerjasama dalam mendukung suksesnya acara pencanangan Gerbangdutas 2019 di Morotai.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Wiranto Minta Masyarakat Kebal Isu
Wiranto Tegaskan Sistem Zonasi Kampanye Terbuka buat Cegah Gesekan
Pemerintah Gelar Rapat Persiapan Kampanye Terbuka
Wiranto soal Bom Sibolga: Jangan Diributkan Seakan-akan Mengganggu Pemilu
Wiranto Klaim Indonesia Jadi Negara Teraman ke-9 di Dunia
Wiranto Tantang Kivlan Sumpah Pocong, Aktivis HAM Sebut Ibarat Katak dalam Tempurung
Polemik Wiranto Vs Kivlan Soal Dalang 98, Jaksa Agung Tak Mau Terpancing

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.