Wiranto ajak kader Hanura gabung di pemerintahan mendatang
Wiranto menyatakan Hanura tidak akan lagi berpangku tangan atau pun menjadi penonton.
Selama lima tahun, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menjadi oposan bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akan tetapi, posisi tersebut ternyata belum memberikan membuahkan kepercayaan dari masyarakat.
Melihat itu, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto memandang perlunya perubahan pandangan dari para kader partai, salah satunya banting setir dari oposisi dan masuk ke dalam pemerintahan.
"Kita berada di luar setgab yang memback-up pemerintah. Waktu itu Partai Hanura akan berkoalisi dengan kebijakan yang pro rakyat dan melakukan langkah-langkah kekuatan berkoalisi. Kalau ternyata kebijakan itu tidak menguntungkan rakyat, kita minta menjadi oposan. Lima tahun kita sudah melaksanakan itu," ujar Wiranto saat membuka Rapimnas Partai Hanura di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (6/5).
Jika bergabung dengan pemerintahan mendatang, Wiranto menyatakan Hanura tidak akan lagi berpangku tangan atau pun menjadi penonton. Partai juga akan terlibat dalam keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan program pro rakyat.
"Kita akan mencoba membanting setir, melakukan langkah-langkah masuk dalam sistem, berkoalisi. Tidak akan berpangku tangan, tidak akan menjadi penonton," tandasnya.
Tidak adanya partai yang berhasil duduk di parlemen dengan suara mayoritas, Wiranto yakin Hanura bisa mengambil bagian dalam proses politik yang tengah berlangsung. Ditambah lagi, Hanura juga belum membatalkan pencalonannya sebagai calon presiden bersama Hary Tanoesoedibjo.
"Masalahnya, pemerintahan yang mana? Kita bukan dukun, bukan paranormal. Kira-kira pemerintahan mana yang nanti akan dipilih rakyat, itu tidak mudah. Ada empat poros yang double digit. Partai Hanura juga belum membubarkan Win HT. Hanya karena persyaratan konstitusional, ada syarat yang tidak bisa dipenuhi," paparnya.
Baca juga:
Rapimnas Hanura, Wiranto buka dengan pukul gong
Di rapimnas, Wiranto sebut Pemilu 2014 penuh kecurangan
Soal kinerja Bappilu, suara kader Hanura terpecah
Hary Tanoe sebut evaluasi Bappilu usai perhitungan suara beres
Hary Tanoe anggap pengkritiknya sebagai oknum di Hanura