LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Waspada, marak lowongan kerja abal-abal bergaji tinggi

Jumlah pengangguran di Indonesia yang cukup tinggi membuat lowongan kerja abal-abal semakin marak.

2015-09-22 18:18:53
penipuan lowongan kerja
Advertisement

Jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka pengangguran pada Februari 2015 lalu sebesar 7,45 juta orang. Kondisi ini membuat lowongan kerja abal-abal semakin marak.

Demi menarik perhatian, lowongan kerja abal-abal ini kerap mengiming-imingi gaji besar kepada korbannya. Tak pelak, sejumlah mahasiswa yang baru saja menyelesaikan masa studinya tertarik untuk bergabung di dalamnya.

Tentu saja, tak seperti lowongan kerja pada umumnya. Perusahaan abal-abal tersebut diketahui sering meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan, seperti biaya pelatihan atau administrasi lainnya yang bisa mencapai jutaan rupiah.

Salah satu lowongan kerja abal-abal ini sempat menarik perhatian salah seorang mahasiswa di Jakarta bernama Anisa Arumningtias. Lewat akun Facebook miliknya, gadis ini menceritakan pengalamannya menyelidiki perusahaan tempat lowongan kerja abal-abal tersebut berasal.

Berikut pengalamannya yang dikutip merdeka.com, Selasa (22/9):

Dear Students. Kalau ada lowongan kerja online yang menawarkan part time job dan beralamat di Jl. Dewi Sartika no.17 lt.3 (depan STBA Pertiwi samping PGC) atas nama PT. Indo Pramitra itu PENIPUAN brooo.. Dia taruh lowongan kerja di mana-mana termasuk Trovit dan JobsDB. Awalnya meyakinkan dengan menawarkan kerja paruh waktu sebagai Staff Administrasi dengan gaji yang lumayan besar untuk ukuran mahasiswa, gaji bersihnya di atas 3 juta. Mahasiswa pasti tertarik. Tapi yang mencurigakan adalah mereka menerima karyawan yang TANPA PENGALAMAN. Makin tertarik lah mahasiswa. Di trovit dan jobsDB mereka mencantumkan no.HP, bagi yang berminat katanya suruh SMS ke nomer itu dengan format tertentu. Karena lokasinya dekat banget sama rumah gue, akhirnya gue coba SMS hari Jumat sore, dan engga sampai 2 jam langsung dapat balasan yang intinya harus datang besok (Sabtu) untuk interview dan ketemu Ibu Mikha SH (HRD). Masih engga yakin dengan itu, akhirnya gue coba untuk googling nama perusahaan tapi yang muncul semuanya lowongan kerja, engga ada yang memuat profil perusahaan satupun. Akhirnya gue coba googling deh "Jl.Dewi Sartika no.17" dan yang keluar semua tentang penipuan berkedok lowongan pekerjaan.

Sore ini kebetulan gue lewat persis di depan gedungnya (sesuai ciri-ciri yang dia kasih tau via SMS). Di depannya banyak mobil parkir dan banyak banget "tukang jaga parkir" yang duduk-duduk di gerbangnya. Gue berdiri liatin dulu gedung itu, mereka mulai colek-colek satu sama lain. Di tengah kemacetan lalin disitu, langsung dengan cepat gue ambil HP dan foto.
Alhasil?? Gue disamperin dan diteriakin kayak abis kecolongan sesuatu, dengan marahnya dia bilang "Heh!! Mba!!! Ngapain foto foto?!!! Buat apaan?!!" gue cuekin terus sampe dia makin dekat dan gue masukin HP terus gue tanya "lho, kenapa?" dengan melotot dan nada yang makin tinggi dia bilang "mau ngapain? Hah!!! Izin dulu kalo mau foto2!!!"

Baca juga:
Ngaku supervisor Hotel Swiss Inn, IW tipu puluhan orang
Atasnamakan Chevron, penipu kuras habis uang pelamar kerja
Heboh iklan lowongan kerja menghamili ibu-ibu gaji Rp 30 juta
Kisah Naryo merantau ke Jakarta bermodal nekat
Dijanjikan kerja di Australia, 13 warga Cilacap ditipu calo TKI
Tips agar tak tertipu lowongan kerja palsu


Advertisement
(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.