Warganya Lahiran di Musala Karena Tak Tercover KIS, Ini Respons Wali Kota Palembang
Ratu Dewa juga menyesalkan lambannya penanganan kesehatan yang diterima warganya.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengaku berang adanya seorang wanita melahirkan di teras musala karena tidak ada biaya dan tak tercover jaminan kesehataan. Dia mewanti-wanti agar kejadian itu tak lagi terulang.
Ratu Dewa menegaskan, pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan mestinya mengetahui kondisi warga dan lingkungan sekitarnya. Begitu tahu, camat dan lurah harus gerak cepat mengatasi persoalan tersebut.
"Mestinya gerak cepat seperti program Palembang Gercep dan program Gebrak (gampang cepat tanggap)," ungkap Wali Kota Palembang, Selasa (13/1).
Ratu Dewa juga menyesalkan lambannya penanganan kesehatan yang diterima warganya. Padahal rumah sakit milik daerah telah memiliki ambulance dalam penanganan kondisi darurat 1×24 jam dengan peralatan lengkap.
"Sebenarnya kita punya ambulan untuk penanganan seperti ini," kata Ratu Dewa.
Bakal Beri Bantuan
Terlepas itu, Ratu Dewa memastikan akan memberi bantuan baik biaya perawatan maupun jaminan kesehatan. Dia tak ingin kejadian seperti ini kembali terulang, terutama dialami kalangan bawah.
"Pasti kita bantu, segera," kata Ratu Dewa.
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial, NR terpaksa melahirkan di teras musala di Palembang. Ketiadaan biaya dan jaminan kesehatan menjadi alasannya.
Dibantu warga, NR melahirkan di teras Musala Al Ikhlas di Jalan KH Balqi Palembang, Senin (12/1) pagi. Peristiwa menegangkan itu pun viral di medsos setelah salah satu warga merekam kejadiannya.
Setelah proses persalinan cukup lama dengan alat seadanya, NR melarhirkan seorang bayi perempuan. Bayi itu adalah anak kelima NR dari pernikahan dengan suaminya, SK (40).
Peristiwa itu bermula saat NR dan suaminya berangkat ke rumah bidan menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari tetangga.
Dalam perjalanan, NR mengalami kontraksi hebat dan ketubannya pecah. Melihat itu, suaminya SK panik bukan main. Dia lantas mencari pertolongan ke warga, sementara istri ditinggal di atas motor.
Tak lama kemudian, seorang warga yang melihat NR meringis kesakitan segera membantunya. Sejumlah emak-emak yang lain juga menuntunnya ke teras musala untuk istirahat sambil menunggu jemputan menuju rumah bidan.
Ternyata persalinan NR tak dapat ditunda lagi, bukaan sudah lengkap dan bayi siap lahir. Alhasil warga kompak memutuskan persalinan harus dilakukan di tempat itu dan pada saat itu juga.
Hanya bermodal sehelai kain dan daster milik warga, persalinan pun berlangsung aman. Lahirlah bayi perempuan yang sehat. Tak lama kemudian, datang bidan ke lokasi. Bidan yang diketahui bernama Rahayu tersebut membantu pascalahiran.
Bidan memotong tali pusar dan membawa bayi ke tempat praktiknya tak jauh dari lokasi untuk perawatan. Sementara NR juga dipastikan dalam keadaan sehat.