Warga takut lokasi penggerebekan teroris jadi angker
Warga sekitar kontrakan mengaku takut setelah enam terduga teroris ditembak mati di kampung mereka.
Densus 88 menggerebek rumah tempat persembunyian terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Enam orang ditembak mati di lokasi tersebut.
Setelah dua hari penggerebekan, warga sekitar kontrakan mengaku takut akan dampak dari kejadian tersebut.
Cucup (38) yang rumahnya berjarak sekitar sepuluh meter dari markas terduga teroris, berharap setelah baku tembak antara Detasemen Khusus (Densus) antiteror tidak menimbulkan cerita-cerita seram.
"Belum ada suara-suara aneh yang terdengar dari dalam rumah. Semoga enggak ada buntut-buntutnya," kata Cucup.
Cucup menuturkan, saat kejadian dirinya berada di dalam rumah karena sedang menemani ibunya yang sakit stroke. Sehingga dirinya tidak ikut dievakuasi oleh petugas kepolisian.
Dia menambahkan, baku tembak yang terjadi antara Densus 88 dan terduga teroris sangat terdengar jelas di telinganya.
"Saya sedang di dalam temani ibu yang sakit. Soal mati saya wallahualam aja," ungkapnya.
Sebelumnya terjadi penggerebekan terduga teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, drama itu berlangsung selama sepuluh jam. Suasana lokasi saat kejadian sangat mencekam dalam penggerebekan tersebut enam terduga teroris ditembak mati.
Baca juga:
Kerugian penyergapan Densus agar ditanggung negara, bukan Polri
Tim DVI Polri tunggu satu lagi data pembanding keluarga teroris
Ini alasan Mabes Polri mengapa menembak mati 6 terduga teroris
Kepala BNPT: Banyak teroris Malaysia yang lari ke Indonesia
Kapolri sebut teroris Indonesia didanai jaringan internasional