Warga Kaget, Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Saluran Irigasi Buleleng
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, mayat saat ditemukan tidak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan celana dalam warna hijau.
Penemuan sesosok mayat laki-laki di saluran irigasi yang berada di Banjar Dinas Darma Yasa, Desa Tukad Mungga, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (13/5), menggegerkan warga setempat. Temuan tersebut langsung membuat aparat kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas serta penyebab kematian korban.
Identitas mayat tersebut, diketahui bernama Kadek Wirasa alias Kadek Keped (32) yang merupakan buruh harian lepas asal Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, mayat saat ditemukan tidak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan celana dalam warna hijau.
"Keadaan mayat dalam keadaan tertelungkup dan terendam dalam air saluran irigasi," kata Iptu Yohana, Rabu (13/5).
Sesosok Tubuh Terendam
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 07.20 WITA. Saat itu, saksi bernama Jro Putu Wijana hendak membuang air besar di saluran irigasi atau telabah dan sampai di tempat kejadian perkara (TKP), saksi melihat sesosok tubuh terendam di saluran Irigasi melihat hal tersebut saksi memberitahukan kepada warga lainnya dan pihak Babinkamtibmas Desa Tukadmungga untuk mendapatkan penanganan.
Kemudian, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan barang-barang milik korban, di antaranya tas kain warna coklat, sabun mandi, celana kain warna biru, topi kupluk hitam, sandal selop hitam, dan uang tunai Rp1.000.
"Hasil pemeriksaan medis awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” imbuhnya.
Puskesmas II Buleleng
Dari hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas II Buleleng, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Petugas juga menemukan busa keluar dari mulut korban.
Selain itu, berdasarkan keterangan saksi korban diketahui menderita penyakit epilepsi dan kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Seorang saksi mengaku sempat bertemu korban sekitar pukul 06.15 WITA di Pos Polair Desa Anturan dan mengajaknya makan. Saat itu korban disebut dalam kondisi biasa.
“Dugaan awal korban meninggal karena penyakit epilepsi yang kambuh saat hendak mandi, lalu terjatuh ke saluran irigasi dalam posisi tertelungkup,” ujarnya.
Jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Buleleng sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Karangasem untuk dimakamkan.