Warga tolak Syahrini manggung peringati HUT Kota Jembrana
Warga menilai pemanggilan Syahrini dalam HUT Kota Jembrana pemborosan.
Niat Pemkab Jembrana untuk memberikan hiburan terbaik bagi seluruh warganya dengan menyewa penyanyi Syahrini dengan biaya mahal saat puncak HUT Kota Jembrana beberapa hari lagi ternyata mendapat sandungan. Banyak masyarakatnya justru mencibir dan memprotes langkah Pemkab Jembrana lantaran dinilai menghambur-hamburkan duit.
Sejumlah kelompok warga bahkan meminta dana untuk membayar Syahrini, sebaiknya digunakan untuk memperbaiki jalan di daerah yang telah banyak rusak. Jika ingin memberikan hiburan kepada masyarakat, hendaknya anggaran yang digunakan bisa diperirit dengan menyewa artis-artis lokal Jembrana atau artis-artis Bali.
"Kami heran apa pertimbangan. Pemkab Jembrana selaku panitia Jembrana Festival begitu ngebet mendatangkan Syahrini dengan biaya ratusan juta. Coba kalau mengunakan artis lokal, paling banyak biayanya hanya dua puluh juta. Itu sudah dapat sepuluh penyanyi lokal," ujar sejumlah warga Jembrana, Kamis (11/8).
Sementara itu Ketua Forum Pemerhati dan Peduli Masyarakat Jembrana, I Ketut Setiawan mengatakan, keputusan Pemkab Jembrana dengan menyewa Syahrini untuk manggung di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana dengan bayaran fantastis dinilai sebagai bentuk pemborosan.
Menurutnya dana ratusan juta rupiah tersebut jauh lebih bermaanfaat bagi masyarakat jika digunakan untuk pembangunan infrastruktur, misalnya perbaikan jalan di pedesaan yang banyak rusak. Apalagi kabarnya untuk bisa Syahrini tampil di panggung yang tidak lebih dari satu jam, Pemkab harus menggelontorkan uang lebih dari 175 Juta rupiah.
"Wajah Syahrini memang cantik. Tapi wajah Kota Negara yang sebentar lagi merayakan ulang tajunnya justru tampak masih lusuh. Tidak tampak ada perbaikan fasilitas kota. Mulai dari terminal hingga jalan-jalan,” sindir Setiawan.
Menurutnya, masih banyak jalan di kawasan kota yang belum tersentuh perbaikan. Bahkan masih ada jalan tanah di kawasan kota. Ini harus mendapat prioritas dari Pemerintah daerah, bukannya berambisi mendatangkan wanita cantik polesan.
Dirinya menyarankan, sebaiknya perayaan HUT Kota Negara yang dikemas dalam Ferstival Jembrana tersebut disebar ke kecamatan dan kelurahan atau desa. Karena di desa panitia bisa menyesuaikannya dengan kesenian favorit masyarakat desa, sehingga potensi seni di masyarakat Jembrana bisa digali dan bermunculan.
Ia mengatakan, daerah dengan pendapatan tinggi saja belum tentu berani mendatangkan Syahrini dalam acara seperti ini karena dana yang dibutuhkan sangat besar.
Baca juga:
3 BUMN gelar pasar murah dan bangun tempat penitipan anak di Manado
Kereta Ki Jaga Raksa bakal bawa bendera pusaka di Istana Negara
Sambut HUT RI, Restoran Ini Luncurkan Paket Makan Hemat
Perajin batik Banyumas buat motif khusus sambut kemerdekaan
Jelang HUT RI, perajin lampion merah putih laris manis
Melihat produksi lampion merah putih yang siap meriahkan HUT RI
Jelang HUT RI, penghuni lapas se-Indonesia akan pecahkan rekor Muri