Warga Garut Mulai Kesulitan Pasokan Oksigen di Tempat Pengisian Tabung
Salah seorang warga, Wahyudi (45) menyebut bahwa pihaknya sudah beberapa hari mencari oksigen di tempat pengisian untuk kebutuhan usahanya berjualan ikan. Hingga saat ini, ia mengaku belum bisa mendapatkan oksigen tersebut.
Kondisi ketersediaan pengisian tabung oksigen di Kabupaten Garut saat ini betul-betul mengalami kelangkaan. Warga menyebut bahwa mereka cukup kesulitan untuk mendapatkannya, baik melalui pengusaha maupun apotek.
Salah seorang warga, Wahyudi (45) menyebut bahwa pihaknya sudah beberapa hari mencari oksigen di tempat pengisian untuk kebutuhan usahanya berjualan ikan. Hingga saat ini, ia mengaku belum bisa mendapatkan oksigen tersebut.
"Memang cukup sulit untuk bisa mendapatkan oksigen sekarang. Mungkin memang banyak yang membutuhkan untuk pasien covid-19, karena kalau biasanya banyak. Sekarang, pengusaha oksigen menyebut pasokan berkurang tapi kebutuhan untuk Garut memang tinggi," sebutnya, Senin (5/7).
Warga lainnya, Munandar (33) mengatakan bahwa kondisi ketersediaan oksigen di tempat pengisian di Garut saat ini menurutnya sangat terbatas sekali. Untuk mendapatkan oksigen satu tabung kecil saja, ia harus mencari ke beberapa pemasok yang ada di Kabupaten Garut.
Kalau di pemasok terdapat persediaan, maka kemungkinan besar ia harus antre dengan warga lainnya. "Kalau di apotek-apotek yang biasa menjual saya sudah papay (didatangi satu-satu), rata-rata kosong semua," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Rita Sobariah mengklaim bahwa persediaan oksigen untuk pasien Covid-19 masih stabil. Hingga saat ini, persediaan oksigen masih terbilang cukup, namun perputaran kebutuhan oksigen sangat cepat.
Walau begitu, Rita mengungkapkan bahwa pihaknya mulai menerima laporan kekurangan oksigen karena berkurangnya suplai dari distributor akibat dari sulitnya bahan baku yang mulai langka. "Kami sudah mengambil dari Garut sampai ke Cianjur. Tapi sama, karena semua daerah kesulitan," ungkapnya.
Untuk mengatasi kekurangan oksigen itu, Rita mengaku akan mencoba merujuk pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen ke RSUD dr Slamet karena di sana ada penampungan oksigen terpusat. "Kalau nanti pasien di luar RSUD butuh oksigen, bisa dirujuk ke sana," ucapnya.
Direktur RSUD dr Slamet Garut, Husodo Dewo Adi membenarkan bahwa pihaknya memang memiliki penampungan oksigen terpusat. Setidaknya, pihaknya memiliki dua tangki penampungan oksigen yang cukup melayani pasien Covid-19 selama beberapa pekan ke depan.
Husodo menyebut bahwa selama ini di tempatnya tidak sampai kekurangan oksigen, namun pihaknya akan meminta pihak ketiga agar tetap menyuplai oksigen ke tempatnya untuk kebutuhan pasien. "Jangan sampai berhenti," sebutnya.
Walau begitu, menurut Husodo, pihaknya sudah menerima kabar adanya keterbatasan persediaan oksigen sehingga harus bersiap mencari alternatif untuk memenuhinya. Walau begitu, ia mengaku sudah meminta agar pasokan ke Garut jangan sampai dilewatkan.
Baca juga:
Anies Sebut Posko Oxygen Rescue di Monas Permudah Isi Ulang Oksigen Rumah Sakit
Luhut Sebut Ada Lima Produsen Oksigen yang Diminta 100% untuk Sektor Kesehatan
Heboh Pasien COVID-19 Meninggal karena Oksigen Habis, Ini Tanggapan RS Sardjito
Anggota DPR: Oksigen Kebutuhan Tak Bisa Ditawar-tawar untuk Pasien Covid-19
Luhut Perintahkan Konversi Oksigen Industri ke Medis untuk Atasi Kelangkaan
Pemprov DKI Jakarta Sediakan Posko Isi Ulang Tabung Oksigen di Monas
Kemenko Kemaritiman dan Investasi Cari Oksigen ke Industri Lokal dan Luar Negeri