Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Heboh Pasien COVID-19 Meninggal karena Oksigen Habis, Ini Tanggapan RS Sardjito

Heboh Pasien COVID-19 Meninggal karena Oksigen Habis, Ini Tanggapan RS Sardjito Gedung Rumah Sakit dr. Sardjito. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Lonjakan pasien COVID-19 membuat RSUP. dr. Sardjito mengalami krisis. Dalam dua hari terakhir, yaitu pada Sabtu (3/7) hingga Minggu (4/7), tercatat ada 36 pasien di sana yang meninggal dunia. Bahkan tersiar kabar bahwa banyaknya pasien yang meninggal itu disebabkan karena kehabisan oksigen.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama RSUP dr. Sardjito, dr. Rukmono, membantah bahwa banyak pasien di rumah sakit itu yang meninggal akibat oksigen habis. Dia mengatakan, saat oksigen liquid central habis, para pasien yang memerlukan bantuan oksigen tetap tertangani dengan adanya oksigen tabung.

“Sehingga tidak benar jika pasien meninggal tanpa dapat bantuan oksigen. Tetapi meninggalnya karena kondisi klinisnya memburuk,” kata dr. Rukmono mengutip dari ANTARA pada Minggu (5/7). Berikut selengkapnya:

Kehabisan Oksigen

antrean mengular pengisian tabung oksigen

Instagram cetul.22 ©2021 Merdeka.com

Rukmono mengungkapkan bahwa pada Sabtu (3/7) persediaan oksigen di RSUP dr. Sardjito mengalami penurunan mulai pukul 16.00 dan diperkirakan kehabisan pada pukul 18.00. Kabar selanjutnya yang ia terima, oksigen central di sana dinyatakan benar-benar habis pada pukul 20.00.

Dalam kondisi itu, perawatan pasien digunakan dengan menggunakan oksigen tabung dan oksigen cadangan termasuk pinjaman dari RS Akademik UGM, FKG UGM, serta Polda DIY.

“Pukul 00.15 datang bantuan dari Polda DIY sebanyak 100 tabung oksigen dan langsung didistribusikan ke bangsal-bangsal perawatan sambil menunggu kedatangan pasokan dan penyedia oksigen,” kata Rukmono mengutip dari ANTARA.

Bukan Semuanya Pasien COVID-19

pasien covid 19 penuhi tenda darurat di rs dr sintanala

©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Rukmono membenarkan bahwa dalam dua hari itu sebanyak 36 pasien yang menjalani perawatan di sana meninggal dunia. Sebanyak 33 pasien di antaranya meninggal setelah oksigen central habis. Namun ia mengatakan jumlah itu tidak semuanya pasien COVID-19.

Terkait dengan kelangkaan oksigen, Rukmono mengaku telah melakukan antisipasi. Salah satunya adalah berkoordinasi dengan para pemasok oksigen dari PT Samator dan PT Surya Gas untuk mendapatkan pasokan oksigen secara rutin untuk memenuhi kebutuhan jika sewaktu-waktu ada lonjakan pasien.

“Jadi Hari Sabtu kemarin saat oksigen habis, kami langsung mengadakan koordinasi dan persiapan, termasuk pertemuan lanjutan untuk memastikan kecukupan oksigen dengan penyedia,” jelas Rukmono.

Normal Kembali

gedung rumah sakit dr sardjito

©2021 Liputan6.com

Dengan adanya kondisi tersebut, pihak RSUP dr. Sardjito kemudian mengirimkan surat permohonan dukungan ke Menkes RI, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Gubernur, BPBD, Dinas Kesehatan, Persi, dan Dewan Pengawas. Dalam surat itu, RSUP dr. Sardjito meminta izin untuk mendapatkan pasokan oksigen dan penyedia dari tempat lain.

Pasokan oksigen itu kemudian baru datang pada Hari Minggu (5/7) pukul 12 siang. Setelah itu, pasukan oksigen central di RSUP dr. Sardjito kembali normal.

“Dengan datangnya oksigen ini, pelayanan sudah menggunakan oksigen sentral kembali. Kami berharap oksigen ini bisa terus lancar dipasok untuk memberikan perawatan bagi pasien yang butuh bantuan oksigen,” kata Rukmono mengutip dari ANTARA pada Minggu (5/7).

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP