Warga Demak Kembali ke Rumah Usai Banjir Surut, BPBD Catat Sisa Pengungsi Belasan Jiwa
Kabar baik datang dari Demak! Ribuan warga yang mengungsi akibat banjir kini mulai kembali ke rumah masing-masing setelah genangan air surut. Simak detail kepulangan pengungsi dan dampak Banjir Demak Surut di sini.
Ribuan warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang sebelumnya mengungsi di berbagai lokasi kini mulai kembali ke kediaman masing-masing. Kepulangan ini menyusul kondisi genangan banjir yang secara signifikan telah surut di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengonfirmasi bahwa jumlah pengungsi terus berkurang pada Minggu (5/4) ini.
Data terbaru menunjukkan hanya tersisa belasan jiwa yang masih bertahan di pengungsian. Mereka berada di Madrasah Diniyah Dukuh Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak. Belasan warga ini juga berencana untuk segera pulang hari ini guna membersihkan rumah mereka yang sempat terendam banjir.
Kondisi banjir yang melanda Demak disebabkan oleh meluapnya debit air Sungai Tuntang. Curah hujan tinggi di kawasan hulu menjadi pemicu utama, meskipun cuaca di Demak sendiri cerah. Jebolnya tanggul di enam lokasi dan limpasan air menyebabkan genangan luas di pemukiman, tempat ibadah, sekolah, hingga areal persawahan.
Kepulangan Pengungsi dan Data Terkini
Camat Guntur, Sukardjo, membenarkan bahwa 114 jiwa pengungsi yang sebelumnya menempati aula kantor kecamatan telah pulang. Kepulangan massal ini terjadi pada pukul 10.00 WIB hari Minggu. Hal ini menunjukkan efektivitas penanganan dan surutnya banjir secara cepat di wilayah tersebut.
Menurut Agus Sukiyono dari BPBD Demak, monitoring lapangan menunjukkan penurunan drastis jumlah pengungsi. Dari ribuan yang terdampak, kini hanya sedikit yang masih berada di posko. Ini menjadi kabar baik bagi upaya pemulihan pascabanjir di Demak.
Para pengungsi yang tersisa di Madrasah Diniyah Dukuh Sindon juga dijadwalkan pulang hari ini. Mereka akan segera memulai aktivitas pembersihan rumah. Proses pemulihan pascabanjir diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak.
Penyebab dan Dampak Banjir di Demak
Banjir di Kabupaten Demak dipicu oleh debit air Sungai Tuntang yang melebihi daya tampung. Curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai menjadi faktor utama penyebabnya. Peristiwa ini terjadi meskipun kondisi cuaca di Kabupaten Demak sendiri terpantau cerah.
Dampak dari meluapnya sungai ini adalah jebolnya tanggul di enam titik krusial. Tiga lokasi tanggul jebol berada di Desa Trimulyo dengan panjang sekitar 30 dan 10 meteran. Sementara itu, tiga lokasi lainnya di Desa Sidoharjo memiliki panjang sekitar 15 meteran.
BPBD Demak mencatat total 2.116 rumah dan 7.606 jiwa terdampak banjir ini. Jumlah pengungsi mencapai 2.839 jiwa yang berasal dari sembilan desa. Desa-desa tersebut tersebar di empat kecamatan, termasuk Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Genangan air tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga fasilitas umum. Tempat ibadah, sekolah, hingga areal persawahan petani turut terdampak. Kerugian ekonomi akibat kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian diperkirakan cukup signifikan.
- Desa terdampak banjir meliputi:
- Kecamatan Guntur: Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, Bumiharjo.
- Kecamatan Karangtengah: Desa Ploso.
- Kecamatan Wonosalam: Desa Lempuyang.
- Kecamatan Kebonagung: Desa Sarimulyo, Solorire.
Sumber: AntaraNews