LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Warga Aceh Timur serahkan senpi bekas konflik ke polisi

Saladin mengatakan, sekitar minggu lalu ada seorang warga berinisial A menghubungi dirinya, ingin menyerahkan senpi yang telah lama disimpannya. Akan tetapi, pemilik senpi meminta kepada Kapolresta Banda Aceh untuk tidak diproses secara hukum.

2017-12-20 21:34:00
senjata api
Advertisement

Seorang warga di Kabupaten Aceh Timur menyerahkan secara suka rela sepucuk Senjata Api (Senpi) jenis AK 57 buatan Rusia kepada Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin. Senjata tersebut merupakan peninggalan masa konflik yang tidak diserahkan pascaperdamaian Aceh.

Saladin mengatakan, sekitar minggu lalu ada seorang warga berinisial A menghubungi dirinya, ingin menyerahkan senpi yang telah lama disimpannya. Akan tetapi, pemilik senpi meminta kepada Kapolresta Banda Aceh untuk tidak diproses secara hukum.

"Dia minta tidak diproses secara hukum, saya bilang saya butuh senjata, bukan orang," kata Saladin di Mapolresta Banda Aceh, Rabu (20/12).

Advertisement

Setelah ada kesepakatan dengan pemilik senpi, lanjut Saladin, pihaknya langsung berangkat ke Aceh Timur untuk menjemput langsung. Namun awalnya pemilik senpi sempat tidak percaya, sehingga baru diserahkan Minggu (17/12) setelah melakukan komunikasi dengan pemilik senpi tersebut.

"Malam saya berangkat bertiga sampai sana jam 2 pagi, mengapa baru 4 hari lalu, pas dia semakin yakin, kalau kamu tidak yakin sama saya taruh di suatu tempat saja, saya ambil, tidak perlu ada orang," ungkapnya.

Setelah ada kesepakatan, pemilik senpi itu langsung menyerahkan sendiri. Namun pemilik senpi meminta agar tidak dipublikasikan identitas dirinya. Saladin pun mengabulkan permintaan tersebut, termasuk tidak memberitahukan alamat tempat tinggalnya.

Advertisement

"Saya imbau yang masih memiliki senjata, dari pada disimpan mungkin meledak sendiri, kalau diserahkan tidak diproses, kalau sempat kita tahu, kita proses. Yang masih pegang senpi, saya butuh senjata, tidak butuh orang," tegasnya.

Dia menambahkan, dua hari lalu ada juga yang menghubungi dirinya dari Bireuen dan Pidie dan berniat untuk menyerahkan senpi. Hingga sekarang sedang melakukan negosiasi dengan kedua pemilik senpi tersebut.

"Mereka masih pikir-pikir, saya bilang, silakan pikir-pikir, kalau sudah yakin saya ambil. Kalau sudah bisa diambil langsung saya berangkat, karena takut yang bersangkutan berubah pikiran lagi," jelas dia.

Lanjutnya, siapapun yang hendak menyerahkan senpi tidak perlu diantar ke Banda Aceh. Cukup menghubungi dirinya dan akan menjemput langsung ke lokasi.

"Saat penyerahan gak usah diantar, biar saya yang jemput. Nanti ada razia ditangkap lagi, jadi kasih tahu biar saya yang datang menjemput," kata dia meminta.

Saladin juga akan memberikan penghargaan kepada siapa pun yang mau menyerahkan senpi secara terbuka. Baik itu penghargaan dari Kapolresta Banda Aceh, maupun diupayakan bisa mendapatkan penghargaan dari Kapolda Aceh.

Baca juga:
Warga Pidie serahkan senpi jenis colts sisa konflik ke polisi
Belasan eks aktivis 1998 demo memperingati darurat militer di Aceh
Lapor soal penangkapan Din Minimi, Kepala BIN temui Wapres JK
Polri pastikan tetap usut kasus Din Minimi
Istana akan minta pertimbangan DPR soal amnesti Din Minimi
Ketua Komisi III DPR tak masalah Din Minimi diberi amnesti
Eks pimpinan KPK apresiasi syarat Din Minimi sikat korupsi di Aceh

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.