LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Wapres JK minta kampus beri pemahaman antiradikalisme pada mahasiswa

Dia menjelaskan, radikalisme muncul dari pikiran serta pengetahuan yang salah. Karena itu, kata JK, perlu ada ustaz atau dosen untuk mengatasi hal tersebut.

2018-06-05 18:32:28
Radikalisme
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar perguruan tinggi memberikan pendidikan antiradikalisme. Hal itu menyusul penangkapan terduga teroris di Universitas Riau beberapa waktu lalu.

"Maka untuk mengurangi atau menghentikan radikalisme juga dengan pikiran yang benar. Jadi universitas harus memberikan pemahaman kepada seluruh mahasiswanya hal-hal yang benar dan sesuai," kata JK di Istana Wapres, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (5/6).

Dia menjelaskan, radikalisme muncul dari pikiran serta pengetahuan yang salah. Karena itu, kata JK, perlu ada ustaz atau dosen untuk mengatasi hal tersebut.

Advertisement

"Kalau pakai dasar agama yang keliru, maka perlu juga ustaz atau dosen untuk mengatasi itu," papar JK.

Kemudian, JK juga menjelaskan keberadaan terduga teroris di Universitas Riau itu tak sepenuhnya menjadi kesalahan pihak kampus. Sebab yang ditangkap ternyata alumni kampus.

"Tapi ini dia bukan mahasiswa, ini alumni 10 tahun yang lalu memakai universitas menjadi tempat membuat agar dia merasa aman, kalau aman dikira laboratorium percobaan padahal bikin bom, atau seperti itu. Dia hanya memakai kampus sebagai tempat, kalau kita lihat ceritanya di Riau itu ya, mereka bukan mahasiswa," papar JK.

Advertisement

Diketahui sebelumnya, Sabtu (2/6) Detasemen Khusus 88 Antiteror membawa sejumlah barang dari Kampus Universitas Riau setelah melakukan penggeledahan. 4 Di antaranya adalah bom siap meledak yang dirakit tiga orang terduga teroris.

"Terduga teroris ada 3 orang, barang yang diamankan berupa 4 bom siap ledak. Yang merakit adalah alumni Universitas Riau jurusan pariwisata inisial Z," ujar Kapolda Riau Irjen Nandang saat konferensi pers di Mapolda Riau, Sabtu malam.

Nandang menyebutkan, ketiga terduga teroris adalah alumni Universitas Riau tahun 2002, 2004, 2005. Mereka inisial Z, B dan K. Inisial B dan K merupakan alumni jurusan Komunikasi dan Administasi Negara Fisip.

Baca juga:
Mahasiswa diminta aktif cegah radikalisme di kampus
Aktivitas rektor, dosen hingga mahasiswa di media sosial akan dipantau
Menag minta perguruan tinggi jaga kebebasan akademik dari praktik terorisme
Cegah gerakan radikal, Pangdam Hasanuddin minta waspadai indekos dan masjid
Tangkal radikalisme di kampus, Kemenristekdikti diminta gandeng BNPT
Densus 88 tangkap terduga teroris pelempar molotov di Candi Resto Solo
Fadli Zon tak yakin radikalisme berkembang di kampus-kampus

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.