Wapres Gibran Tinjau Langsung Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat, Pastikan Penanganan Optimal
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi longsor Cisarua Bandung Barat untuk memastikan penanganan darurat dan keselamatan warga terdampak berjalan optimal, serta memberikan arahan penting.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu. Kunjungan ini berlangsung pada Minggu, 25 Januari, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuannya adalah memastikan penanganan darurat dan keselamatan warga terdampak berjalan optimal.
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran memberikan arahan tegas kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Ia juga meminta seluruh unsur terkait untuk turun langsung ke lapangan. Pendampingan intensif kepada masyarakat menjadi fokus utama arahan tersebut.
Gibran menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan bagi para korban. Selain itu, langkah antisipatif juga harus diupayakan agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga menyampaikan, “Saya mohon maaf, tim sudah terjun ke lapangan. Kita doakan tim yang di lapangan dapat bekerja dengan baik.”
Penanganan Darurat dan Kebutuhan Dasar Warga
Wapres Gibran meminta tim di lapangan bekerja maksimal dalam penanganan darurat bencana longsor Cisarua. Ia memastikan bahwa semua bantuan dipastikan tepat sasaran bagi warga terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama pemerintah.
Kebutuhan seperti pasokan pangan yang memadai, akses air bersih, dan layanan kesehatan harus diupayakan secara maksimal. Ini penting untuk menjaga kondisi fisik dan mental para korban. Langkah-langkah antisipasi juga harus segera dirumuskan agar bencana serupa tidak kembali terulang.
Secara khusus, Wapres Gibran meminta perhatian ekstra bagi kelompok rentan. Kelompok ini meliputi lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta penyandang disabilitas. Mereka membutuhkan dukungan khusus dalam situasi darurat ini.
Relokasi dan Isu Alih Fungsi Lahan
Terkait rencana relokasi warga terdampak, Gibran meminta agar proses sosialisasi dilakukan dengan baik. Lokasi hunian sementara tidak boleh terlalu jauh dari tempat asal warga. Hal ini penting agar tidak mengganggu sumber mata pencarian mereka.
“Untuk lansia dan ibu menyusui agar diberikan atensi khusus, yang sakit juga harus diperhatikan, dan bantuan dipastikan tepat sasaran,” ujar Gibran. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah terhadap kelompok paling rentan. Proses relokasi harus mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi warga.
Selain itu, Wapres juga menitipkan pesan penting kepada Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat. Pesan tersebut terkait persoalan alih fungsi lahan di wilayah rawan bencana. “Saya titip wakil gubernur dan bupati terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak,” kata Gibran.
Data Korban dan Dampak Bencana Longsor Cisarua
Data sementara hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan dampak serius dari longsor Cisarua Bandung Barat. Bencana ini telah mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Sebanyak 23 orang berhasil ditemukan selamat dari timbunan longsor.
Namun, sekitar 79 warga masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga. Bencana ini juga mempengaruhi 37 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Diperkirakan sekitar 20 rumah warga tertimbun material longsor. Skala kerusakan ini menunjukkan perlunya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi yang komprehensif. Data ini akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan di lapangan.
Sumber: AntaraNews