Wamenparekraf Ajak Pelaku Industri Perkuat Kolaborasi Industri Pariwisata untuk Pengalaman Wisata Bermakna
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa menyerukan pentingnya Kolaborasi Industri Pariwisata demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan dan menggerakkan ekonomi lokal. Simak selengkapnya!
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk memperkuat kolaborasi. Ajakan ini bertujuan meningkatkan sektor pariwisata Indonesia secara berkelanjutan dan bermakna.
Pernyataan tersebut disampaikan pada pembukaan Astindo Travel Fair 2026 di ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (6/2) lalu. Wamenparekraf menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan industri. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata nasional.
Fokus utama bukan hanya pada peningkatan angka kunjungan wisatawan semata, melainkan pada kualitas pengalaman wisata. Hal ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara luas.
Pentingnya Sinergi untuk Pariwisata Berkelanjutan
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata dapat dicapai melalui sinergi kuat. Sinergi ini melibatkan pemerintah, pelaku industri, serta masyarakat luas. Tujuannya adalah membangun usaha pariwisata yang berkualitas tinggi dan memiliki daya saing global.
Capaian positif yang diraih Indonesia dalam sektor pariwisata selama ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi. Seluruh pemangku kepentingan telah bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama adalah kunci utama kemajuan.
Kemenekraf, sebagai bagian dari pemerintah, terus berkomitmen mendukung inisiatif kolaboratif ini. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pariwisata yang inklusif dan memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Tren Positif dan Pengakuan Internasional Pariwisata Indonesia
Data pemerintah menunjukkan peningkatan signifikan dalam angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2025. Tercatat 15,39 juta kunjungan, tumbuh 10,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan daya tarik Indonesia di mata dunia semakin kuat.
Selain itu, pergerakan wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan impresif. Angka mencapai 1,20 miliar perjalanan, meningkat sebesar 17,55 persen. Kedua data ini mengindikasikan bahwa sektor pariwisata nasional berada dalam jalur yang benar.
Ni Luh Puspa juga menyoroti prestasi gemilang Indonesia dalam bidang pariwisata di tahun 2025. Indonesia berhasil meraih total 154 penghargaan bergengsi di tingkat internasional. Ini merupakan kebanggaan bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Pengakuan internasional ini tidak hanya meningkatkan standar kualitas pariwisata Indonesia, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat global. Citra pariwisata yang semakin baik di mata dunia diharapkan menarik lebih banyak wisatawan ke destinasi-destinasi di Indonesia.
Astindo Travel Fair 2026 sebagai Momentum Penting
Pelaksanaan Astindo Travel Fair 2026 dianggap Wamenparekraf sebagai momentum krusial. Acara ini berperan penting dalam menjaga dan memperkuat tren positif pertumbuhan pariwisata Indonesia. Pameran ini menjadi platform strategis bagi industri.
Pameran yang berlangsung dari 5 hingga 8 Februari 2026 ini diikuti oleh beragam pelaku industri. Peserta meliputi maskapai penerbangan, pengelola destinasi, hotel, resor, biro perjalanan, dan operator tur.
Selain itu, hadir pula penyedia layanan pelayaran dan transportasi, perlengkapan perjalanan, badan promosi pariwisata, perusahaan asuransi, perbankan, dan perwakilan pemerintah. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen kolektif.
Keberagaman peserta pameran ini mencerminkan ekosistem pariwisata yang komprehensif. Ini juga menjadi kesempatan emas untuk membangun jaringan dan mempromosikan paket wisata inovatif.
Sumber: AntaraNews