Wamen Setneg Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Soedirman di Purbalingga
Juri mendorong agar aspirasi AMPPS dituangkan dalam bentuk master plan pembangunan kawasan bersejarah Soedirman.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyatakan dukungan terhadap aspirasi masyarakat Purbalingga yang mengusulkan pengembangan kawasan bersejarah tanah kelahiran Panglima Besar Jenderal Soedirman. Dukungan itu disampaikan usai menerima audiensi dari Aliansi Masyarakat Purbalingga Pemerhati Soedirman (AMPPS) di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Juri mendorong agar aspirasi AMPPS dituangkan dalam bentuk master plan pembangunan kawasan bersejarah Soedirman, sehingga pemerintah pusat dapat memberikan dukungan konkret.
"Kapan master plan itu selesai, saya akan bantu fasilitasi penuh, terutama untuk hal-hal yang tidak mampu dibiayai oleh pemerintah daerah," ujar Juri Ardiantoro.
Audiensi yang dihadiri tujuh perwakilan AMPPS itu membahas empat poin strategis yang dianggap penting untuk memperkuat penghormatan negara terhadap jasa Jenderal Soedirman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Poin pertama, peningkatan infrastruktur jalan strategis yang menghubungkan Pemalang–Purbalingga–Banjarnegara. Jalur tersebut dinilai penting karena melewati tempat kelahiran Jenderal Soedirman dan berpotensi menjadi akses wisata sejarah serta ekonomi daerah.
Kedua, AMPPS mengusulkan pembangunan kawasan pendidikan militer terintegrasi dengan industri pertahanan, termasuk cabang PINDAD, untuk meneladani semangat perjuangan dan kepemimpinan Soedirman.
Revitalisasi Monumen
Ketiga, revitalisasi Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun konten edukatif, agar menjadi destinasi wisata sejarah dan pendidikan yang menarik bagi generasi muda.
Keempat, optimalisasi Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman agar berfungsi maksimal sebagai simpul transportasi dan penggerak ekonomi wilayah Purbalingga dan sekitarnya.
Penasihat AMPPS, Sunaryo, dalam pembukaan audiensi menegaskan bahwa langkah mereka merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap warisan perjuangan nasional.
"Kehadiran kami di sini adalah wujud aspirasi masyarakat Purbalingga agar negara memberikan penghormatan yang lebih nyata terhadap jasa dan warisan Jenderal Soedirman," ujarnya.
Sementara itu, juru bicara AMPPS, Agus Sukoco, menekankan pentingnya pelestarian sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa.
"Sejarah adalah akar bangsa, dan Soedirman adalah salah satu pilar kemerdekaan Indonesia. Kita semua akan berdosa jika tempat kelahiran beliau terus diabaikan," kata Agus.
Pertemuan ini menandai langkah awal menuju penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dalam memuliakan warisan Jenderal Soedirman. Selain menjadi simbol penghargaan terhadap pahlawan nasional, upaya ini juga diharapkan mampu mempercepat pembangunan berkelanjutan di wilayah Purbalingga.