Wamen Isyana Tinjau MBG di Karangasem, Tegaskan Keamanan dan Kualitas Pangan
Wamen Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka meninjau dapur produksi Program Makan Bergizi Gratis di Karangasem, menekankan pentingnya keamanan dan mutu gizi.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Kamis (6/10).
Dalam kunjungan tersebut, Wamen Isyana meninjau dapur produksi dan memastikan seluruh tahapan distribusi makanan berjalan sesuai standar keamanan pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah program yang sangat mulia. Tujuannya agar ibu dan anak memperoleh gizi terbaik. Karena itu, detail teknis di lapangan harus diperhatikan betul, mulai dari penyimpanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan,” tegas Isyana.
Ia juga menekankan bahwa kualitas dan kebersihan makanan harus menjadi perhatian setiap hari, bukan hanya saat ada kunjungan pejabat.
“Kita ingin kualitas asupan terus meningkat, tapi tetap aman dan sesuai kebutuhan gizi,” ujarnya.
Dorong Koordinasi Lintas Instansi dan Standar Pelayanan
Dalam peninjauan tersebut, Isyana turut menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi agar standar pelayanan di tingkat daerah semakin meningkat.
Ia menilai Kabupaten Karangasem sudah memiliki sistem pengelolaan yang baik, namun masih perlu perbaikan agar mutu dan higienitas tetap terjaga.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia.
Melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), program ini diharapkan mampu menekan angka stunting dan memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Cerita Penerima Manfaat
Wamen Isyana juga berdialog langsung dengan para penerima manfaat program.
Salah satunya Kadek Sri (23), ibu muda dengan bayi kembar berusia sebulan. Ia mengatakan bantuan gizi dari program MBG sangat membantu tumbuh kembang anak-anaknya.
“Syukur, berat badan bayi kembar saya bagus. Makanannya membantu sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketut Ayu Lestari (38), ibu hamil delapan bulan, mengaku terbantu dengan program MBG yang telah diterimanya sejak Agustus 2025.
“Makanannya enak dan bergizi. Cukup meringankan beban keluarga. Dua anak kami juga dapat MBG di sekolah. Semoga programnya terus berlanjut,” ungkapnya.