Wamen HAM: Pemerintah Bertanggung Jawab Penuh atas Korban Kerusuhan 29 Agustus di Makassar
Hal ini disampaikannya saat menjenguk Budi Hariyadi, anggota Satpol PP yang menjadi salah satu korban, di Rumah Sakit Primaya Makassar, Kamis (4/9).
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, menegaskan bahwa penanganan terhadap para korban dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Gedung DPRD Makassar pada Jumat (29/8) menjadi tanggung jawab penuh pemerintah.
Hal ini disampaikannya saat menjenguk Budi Hariyadi, anggota Satpol PP yang menjadi salah satu korban, di Rumah Sakit Primaya Makassar, Kamis (4/9).
"Kami perhatikan bahwa jumlah korban banyak. Salah satunya Mas Budi. Kami ke sini untuk ngecek dan menyampaikan simpati tentu saja kepada Mas Budi, kepada keluarga, dan kepada seluruh masyarakat di Makassar yang menjadi korban peristiwa kemarin," ujar Mugiyanto kepada awak media.
Dalam kunjungannya, Mugiyanto menyatakan kehadirannya untuk memastikan bahwa seluruh korban mendapat perawatan medis terbaik yang layak, sebagai bentuk kepedulian negara terhadap warganya.
"Kami datang untuk memastikan Mas Budi dan korban yang lain diperhatikan oleh negara, diperhatikan oleh pemerintah," sebutnya.
Ia juga menyampaikan seluruh biaya perawatan korban telah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
"Dan tadi saya pastikan di sini kepada Ibu Direktur Rumah Sakit, Ibu Dr. Marry, juga sudah memberikan informasi bahwa seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah," tuturnya.
Lebih lanjut, ia meminta pihak keluarga agar tidak lagi mengkhawatirkan urusan biaya pengobatan, agar fokus bisa sepenuhnya diberikan pada pemulihan pasien.
"Saya tadi juga sudah memastikan supaya pasien di sini diberi pelayanan yang terbaik, supaya segera pulih, karena Pak Budi punya anak kecil, dua orang, masih SD," ujarnya.
Wamen HAM berharap peristiwa serupa tidak lagi terulang di masa mendatang. Ia juga mendoakan kesembuhan penuh bagi Budi dan korban lainnya.
"Saya berharap supaya peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, biar Mas Budi menjadi korban yang terakhir lah dari korban-korban lain yang ada di sini," kuncinya.
Sementara itu, Direktur RS Primaya, dr. Merry Monica, menjelaskan Budi Hariyadi telah dirawat intensif selama enam hari di ruang ICU. Menurutnya, kondisi Budi saat ini berada dalam pengawasan ketat tim medis.
"Rencana hari ini akan kita lakukan pemeriksaan CT Scan Control. Semoga hasilnya baik dan mohon doa serta dukungan dari kita semua agar pasien bisa pulih," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi Budi sudah menunjukkan perkembangan positif dan stabil sejauh ini.
"Alhamdulillah saat ini kondisinya stabil dan semoga tidak ada perburukan," ucapnya.