Wali Kota Bekasi Ditangkap KPK, Menpan RB Ingatkan ASN Hati-hati Bertindak
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo turut prihatin atas kejadian tersebut. Dia pun mengingatkan para ASN agar berhati-hati dalam bertindak.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Kepala daerah itu terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi bersama pengusaha.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo turut prihatin atas kejadian tersebut. Dia pun mengingatkan para ASN agar berhati-hati dalam bertindak.
"Jadi wajar dan memungkinkan ada OTT tiap hari. Ini yang bikin saya prihatin, harus hati-hati pada diri saya dan teman-teman pejabat ASN," kata Tjahjo dalam pesan singkat, Kamis (6/1).
Baca juga:
OTT Wali Kota Bekasi, KPK Sudah Tangkap 12 Orang
Selain Rahmat Effendi, KPK Juga Tangkap ASN Pemkot Bekasi dan Pihak Swasta
Ditangkap KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Diduga Terlibat Suap Jual Beli Jabatan
Rahmat Effendi alias Pepen tiba di gedung KPK, hampir tengah malam, setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1) siang.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, Pepen dibawa menggunakan mobil hitam. Politikus Partai Golkar itu, terlihat keluar mobil dibarengi dengan kawalan dari tim penyidik KPK dengan tangan tanpa diborgol.
Pepen memakai rompi berwarna biru berlogo Nike dan celana jeans biru tua. Pepen memilih bungkam seribu bahasa. Dia hanya tertunduk dan lantas memasuki gedung KPK untuk kemudian menaiki tangga ke atas.
Pepen segera kembali menjalani pemeriksaan. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Pepen usai ditangkap.
Baca juga:
Terjaring OTT, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tiba di Gedung KPK
Wakil Wali Kota Bekasi Belum Tahu Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK
Terjaring OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Memiliki Harta Rp 6,3 Miliar
Ketua KPK Pastikan OTT Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
Gelar OTT di Bekasi, KPK Sita Sejumlah Uang