Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Jawab Kabar Terjaring OTT Kejagung
Sony menegaskan hingga saat ini masih bertugas berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri terkait dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya sempat dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI beberapa waktu lalu. Kini, ia membantahnya.
Sony menegaskan hingga saat ini masih bertugas berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri terkait dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Saya responsnya hari ini ada di sini, berbicara dengan rekan-rekan," kata Sony di Bareskrim Polri, Senin (25/5).
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membantah kabar OTT Sony. "Tidak ada," kata Anang.
Sebelumnya, Sony menyatakan, hingga saat ini belum ada indikasi keterlibatan internal BGN atau oknum pegawai BGN dalam kasus jual beli atau penipuan berkedok pendaftaran titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Sony, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri terkait maraknya laporan penipuan di sejumlah daerah. Modusnya, pelaku diduga mengaku sebagai orang dekat pejabat BGN hingga menawarkan jasa pendaftaran titik SPPG dengan meminta sejumlah uang kepada korban.
"Koordinasi dengan Satgas MBG Polri dan juga tadi berkomunikasi dengan Bareskrim, ngobrol-ngobrol dengan Pak Direktur Pidana Umum berkaitan dengan banyaknya laporan pada beberapa daerah yang para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN," kata Sony di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5).
Sony menyebut, seluruh laporan masyarakat tengah ditangani aparat penegak hukum. Salah satunya laporan di Polda Jawa Barat yang pelakunya telah ditangkap.
"Yang pertama di Polda Jawa Barat ada satu laporan polisi, sudah saya monitor kemarin sudah tertangkap pelakunya. Kemudian saya juga kemarin koordinasi dengan Polresta Barelang dan juga dengan Polres Lombok Timur," ujarnya.
Orang Dalam
Terkait kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam atau internal BGN, Sony mengklaim hingga kini belum ada bukti keterlibatan internal BGN.
"Hasil penyidikan nanti yang faktanya akan mengungkap apakah ada korelasi, apakah ada relasi dengan orang-orang di BGN atau tidak. Tapi saya yakin sementara ini saya katakan tidak ada sampai nanti ada fakta dan bukti yang menunjukkan ada," kata dia.
Total Kerugian
Terkait total kerugian korban atau masyarakat, Sony menyebut mencapai Rp1,9 miliar untuk 20 laporan.
"Korban 21 orang, jadi rata-rata per orang kerugiannya 100 juta-lah," kata Sony.