Wabup Tala Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Tanah Laut Demi Pembangunan Desa Berkelanjutan
Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, menyerukan penguatan semangat gotong royong Tanah Laut dan kebersamaan dalam membangun desa. Momen HUT Desa Sumber Mulia jadi ajang refleksi dan pelestarian budaya.
Wakil Bupati Tanah Laut, HM Zazuli, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Ajakan ini disampaikan secara langsung saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-43 Desa Sumber Mulia di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Acara penting ini dirangkai meriah dengan pagelaran tari kuda lumping se-Kecamatan Pelaihari yang dipusatkan di Pasar Desa Sumber Mulia. Zazuli menegaskan bahwa peringatan hari jadi desa memiliki makna lebih dari sekadar syukuran semata.
Ia menekankan bahwa momen ini adalah kesempatan berharga untuk mengevaluasi pembangunan yang telah berjalan. Lebih dari itu, hari jadi desa juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan penuh kebersamaan, dihadiri antusias oleh ribuan warga.
Pentingnya Gotong Royong untuk Pembangunan Desa
Wakil Bupati HM Zazuli menekankan bahwa hari jadi desa merupakan sarana evaluasi dan refleksi bersama yang sangat penting. Tujuannya adalah untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian dalam membangun desa. Ini semua demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di Tanah Laut.
Menurut Zazuli, semangat gotong royong yang selama ini telah tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Sumber Mulia adalah modal sosial yang tak ternilai. Semangat kolektif ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Hal ini sangat krusial untuk mendukung pembangunan desa yang berkesinambungan dan adaptif terhadap berbagai tantangan.
Kepala Desa Sumber Mulia, Endro Suwarsono, turut menyampaikan apresiasinya terhadap warga. Ia menjelaskan bahwa perkembangan Desa Sumber Mulia hingga memasuki usia ke-43 tahun tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat. Warga terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai pilar utama kemajuan desa.
Melestarikan Budaya dan Mempererat Silaturahmi
Selain memberikan apresiasi atas kekompakan masyarakat, Wabup Zazuli juga secara khusus menyoroti pagelaran tari kuda lumping. Acara budaya ini dianggap sebagai salah satu upaya konkret dalam menjaga kelestarian budaya daerah yang kaya. Lebih jauh, pagelaran ini juga efektif untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
Zazuli menjelaskan bahwa pagelaran tari kuda lumping ini bukan sekadar hiburan rakyat biasa yang bersifat sementara. Sebaliknya, kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya melestarikan seni budaya daerah yang menjadi identitas lokal. Selain itu, pagelaran ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Sejarah dan Perkembangan Desa Sumber Mulia
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Endro Suwarsono juga memaparkan sejarah singkat Desa Sumber Mulia. Desa ini secara resmi menjadi desa definitif pada tahun 1983. Perkembangan signifikan hingga mencapai usia ke-43 tahun ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi kolektif dari seluruh masyarakat.
Endro menjelaskan bahwa ikon ayam yang menjadi simbol desa menggambarkan ketangguhan dan semangat juang masyarakat. Simbol ini merefleksikan kemampuan warga dalam menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut banyak muncul pada masa awal pembukaan wilayah dan pembentukan desa.
Setelah suksesnya pagelaran tari kuda lumping, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Momen ini menjadi ungkapan syukur yang mendalam atas perjalanan pembangunan desa yang panjang. Desa Sumber Mulia kini telah memasuki usia ke-43 tahun dengan berbagai capaian.
Sumber: AntaraNews