Viral Penumpang Nekat Turun sebelum Kereta Berhenti Sempurna, KAI Beri Peringatan Keras
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 28 Mei 2026.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan merespons video di media sosial yang memperlihatkan penumpang Kereta Api Lokal Walahar yang turun saat kereta masih dalam keadaan bergerak di Stasiun Cikarang. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam video yang diunggah oleh akun Thread @andryanto_wisnuwidodo, terlihat sejumlah penumpang keluar dari kereta dengan cara melompat ke peron saat kereta belum berhenti dengan sempurna. Salah satu penumpang bahkan terlihat hampir tersungkur.
“KAI Commuter terus imbau dan mengajak kepada seluruh pengguna Commuter Line untuk selalu menjaga keselamatan dan selalu patuhi aturan saat menggunakan Commuter Line, terutama saat melakukan proses naik turun pengguna dari rangkaian kereta ke peron,” kata Leza saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2026).
Penumpang Dilarang Loncat
Leza menyatakan bahwa penumpang dilarang untuk meloncat ketika naik ataupun turun saat rangkaian kereta belum benar-benar berhenti sempurna di peron stasiun. Hal ini, kata Leza untuk mencegah potensi kecelakaan yang kerap terjadi saat pengguna terburu-buru turun.
“Dari pantauan di lapangan, kejadian ini biasanya terjadi di stasiun-stasiun transit dari KAJJ atau kereta lokal dengan layanan Commuter Line Jabodetabek,” jelas Leza.
KAI Commuter menegaskan tindakan semacam itu adalah pelanggaran keselamatan yang sangat serius, karena dapat mencelakai diri sendiri dan pengguna lainnya yang sedang menunggu di area peron.
Selain itu, KAI Commuter juga menekankan hal penting yang wajib dipatuhi oleh pengguna Commuter Line saat melakukan proses naik dan turun antara lain, tidak membuka pintu kereta saat kereta belum berhenti, mendahulukan pengguna yang turun, perhatikan celah antara peron dengan kereta dan antre dengan tertib.
“KAI Commuter juga mengingatkan para orang tua yang membawa anak-anak untuk selalu mengawasinya khususnya saat di area peron,”katanya.
Leza juga menyampaikan, petugas pengamanan stasiun juga selalu disiagakan di sepanjang peron untuk memberikan layanan bagi pengguna yang membutuhkan bantuan.
“Dengan mematuhi aturan-aturan sederhana ini, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menghormati hak pengguna lain untuk mendapatkan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” ucap Leza.