VIDEO: Depan KDM, Anak Korban Ledakan Garut Histeris: Bapak Saya Bukan Pemulung!
Anak dari salah satu korban ledakan juga menyampaikan keresahannya, Ia mengatakan ayahnya bekerja bukan pemulung
Ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, memakan korban hingga 13 orang. Para korban terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Salah satu warga, yang juga adik dari korban, menceritakan kronologi sebelum ledakan terjadi.
Warga tersebut bercerita, biasanya amunisi direndam air laut agar lebih cepat berkarat dan tidak meledak. Hal tersebut diketahuinya, karena menjadi buruh yang membantu TNI membuka amunisi. Warga tersebut mengakui mendapat upah Rp100 ribu hingga Rp150 ribu setiap harinya.
Dia dan adiknya sudah 10 tahun menjalani profesi itu. Dia pun tak menyangka, adiknya menjadi salah satu korban ledakan amunisi TNI.
Selain itu, anak dari salah satu korban ledakan juga menyampaikan keresahannya. Ia mengatakan ayahnya bekerja bukan pemulung seperti yang dikatakan orang-orang.