LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Vaksinasi Lansia Masih Lemah, Ridwan Kamil Soroti Potensi Penularan dari Perantau

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, meski tahun ini masyarakat dilarang mudik dan polisi sudah menyiapkan penyekatan, namun tetap ada kemungkinan pemudik dari luar daerah lolos.

2021-04-14 18:29:07
Lansia
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan vaksinasi terhadap lansia menjadi perhatian karena masih realisasinya belum maksimal. Mereka termasuk golongan yang rawan terpapar Covid-19, khususnya jika menerima keluarganya yang merantau.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, meski tahun ini masyarakat dilarang mudik dan polisi sudah menyiapkan penyekatan, namun tetap ada kemungkinan pemudik dari luar daerah lolos.

"Kalau terjadi kebocoran mudik, itu lansia-lansia di kampung itu yang paling rawan (terpapar). Vaksinasi ini yang diutamakan lansia yang punya anak-anak yang merantau," kata Emil di gedung Sate, Bandung, Rabu (14/4).

Advertisement

"Vaksinasi kita ini masih lemah di lansia. Jadi tadi, arahan saya, lansia itu butuh dibawa, dibimbing. Kira kira begitu," imbuh dia.

Berdasarkan informasi dan data yang berhasil dihimpun, hingga 13 April 2021 baru sekitar 247.350 lansia yang telah menerima dosis pertama dan 66.728 lansia yang telah menerima dosis kedua. Cakupan vaksinasi lansia I baru 5,82% dan vaksinasi lansia II baru mencapai 1,52%. Sedangkan target vaksinasi lansia sebanyak 4.403.983 pada tahap kedua.

Ada empat kendala yang menjadi penyebab rendahnya realisasi vaksinasi terhadap lansia. Yakni, partisipasi menurun; khawatir dengan keamanan vaksin; keterbatasan akses transportasi ke sentra vaksinasi dan kemampuan lansia mengakses teknologi pendaftaran.

Advertisement

Bertahan Tak Ada Zona Merah

Dalam kesempatan itu, penanganan kasus Covid-19 di Jawa Barat masih stabil, tidak ada lagi zona merah. Sedangkan di level mikro, hasil asesment nasional tanggal 11 April tentang produktivitas kinerja dari tim PPKM mikro di Indonesia, Jabar masuk ranking pertama.

Ridwan Kamil berharap para aprat di tingkat desa, RT, RW bhabinkamtibmas, Satpol PP agar bisa menjaga produktivitas dan kinerja penanganan pandemi.

"(ranking) kedua adalah Bali, ketiga Yogyakarta. Jadi Jawa Barat paling rajin bekerjanya lah. Ada 12 indikator produktivitasnya, di antaranya paling rajin edukasi, pembagian masker, penegakan disiplin, dan lain-lain,” kata dia.

Baca juga:
Jumlah Warga Indonesia yang Sudah Divaksinasi per 14 April 2021
Peneliti Vaksin Nusantara: Kami Diaudit dan Diawasi Sesuai Standar
Peneliti Jelaskan Vaksin Nusantara Butuh Sampel Darah Penerima
Temuan BPOM Vaksin Nusantara Tak Steril, Satgas Sebut Harus Sesuai Standar WHO
Data Studi Klinik Fase 1 Vaksin Nusantara: 71,4% Subjek Alami Kejadian Tak Diinginkan
Moderna Klaim Vaksin Covid-19 Buatannya Masih Beri Perlindungan Kuat Selama 6 Bulan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.