UMI dan Walikota Sibolga Koordinasi Intensif Penanganan Pascagempa dan Banjir
Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Walikota Sibolga berkoordinasi intensif membahas penanganan pascagempa dan banjir yang melanda wilayah tersebut, dengan fokus pada bantuan medis dan donasi untuk ribuan pengungsi.
Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Hambali Thalib, telah melakukan koordinasi langsung dengan Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry, guna membahas upaya penanganan pascabencana yang melanda wilayah Sumatera. Komunikasi penting ini dilakukan melalui sambungan telepon dari Makassar, di mana Wali Kota Sibolga melaporkan kondisi terkini serta kebutuhan mendesak di lapangan. Situasi di Sibolga pascabencana menunjukkan urgensi penanganan yang komprehensif dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.
Akhmad Syukri Nazry menyampaikan bahwa pascabencana, sebanyak 51 korban jiwa telah ditemukan, sementara empat korban lainnya masih dalam pencarian karena tertimbun material longsor. Selain itu, jumlah pengungsi telah mencapai ribuan orang yang tersebar di berbagai titik evakuasi, menunjukkan skala dampak yang signifikan. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan terkoordinasi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para korban.
Merespons laporan tersebut, UMI menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan. Meskipun tim medis gelombang pertama telah dikirimkan ke lokasi lain, UMI sedang memetakan kebutuhan prioritas para korban di Sibolga untuk segera ditindaklanjuti dengan pengiriman bantuan donasi dan penambahan tim medis. Kolaborasi ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Sibolga yang terdampak bencana.
Kondisi Darurat dan Kebutuhan Mendesak di Sibolga
Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry, menjelaskan bahwa kondisi di lapangan masih sangat memprihatinkan, terutama dengan adanya ribuan pengungsi yang membutuhkan perhatian serius. "Saat ini ada 4.500 sekian orang yang mengungsi di Kota Sibolga," ujarnya, menggambarkan besarnya jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal atau harus dievakuasi. Kota Sibolga sendiri berada di kaki Bukit Barisan, dengan banyak penduduk yang tinggal di daerah pegunungan dan perbukitan, menjadikannya rentan terhadap bencana alam seperti longsor.
Selain dampak gempa, Sibolga juga menghadapi tantangan cuaca ekstrem. "Sampai hari ini juga cuaca masih hujan dan saya update baru saja kembali terjadi banjir lagi," kata Syukri, menyoroti kompleksitas situasi bencana yang dihadapi. Curah hujan tinggi memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko bencana susulan, serta mempersulit upaya penanganan dan evakuasi di lapangan.
Kondisi kesehatan para pengungsi juga menjadi perhatian utama. "Kondisi saat ini banyak warga yang sakit sehingga membutuhkan tim medis lebih banyak lagi karena salah satu rumah sakit yang kami punya tidak bisa meng-cover keseluruhan korban banjir yang saat ini mengungsi," urai Syukri. Keterbatasan fasilitas medis dan tenaga kesehatan di tengah lonjakan pasien menunjukkan kebutuhan mendesak akan bantuan dari luar, terutama dari lembaga-lembaga yang memiliki kapasitas medis.
Respon Cepat UMI dalam Penanganan Pascagempa
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa kampusnya siap mengambil peran aktif dalam membantu penanganan pascabencana di Sibolga. "Terlepas dari bantuan tenaga medis yang saat ini sudah dikirim, UMI juga tengah fokus memetakan kebutuhan skala prioritas para korban untuk kemudian ditindak lanjuti berupa mengirimkan bantuan dalam bentuk donasi," jelas Prof. Hambali. Pendekatan ini menunjukkan upaya UMI untuk memberikan bantuan yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMI, dr. Irna Diyana Kartika, melaporkan bahwa tim medis gelombang pertama dari UMI saat ini sedang bertugas di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tepatnya di perbatasan Aceh Tamiang. Penempatan tim ini merupakan bagian dari respons UMI terhadap bencana yang lebih luas di Sumatera. Komitmen UMI terhadap penanganan bencana tidak hanya terbatas pada satu lokasi, melainkan menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Meskipun demikian, Sibolga tetap menjadi prioritas berikutnya. "Setelah Aceh Tamiang kita siapkan tim tambahkan untuk kita kirim ke Sibolga," tegas dr. Irna, memastikan bahwa bantuan medis akan segera menyusul ke Sibolga. Koordinasi yang kuat antara UMI dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan penanganan pascabencana, serta memberikan dukungan moral dan material bagi masyarakat yang terdampak.
Sumber: AntaraNews