Umat Islam Solo minta dubes Prancis tarik majalah Charlie Hebdo
"Kami berharap kepada pihak-pihak terkait secepatnya agar menghentikan cara-cara kasar dan provokatif," kata Endro.
Terbitnya kembali Majalah Charlie Hebdo yang kembali menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW, edisi 14 Januari kemarin menimbulkan reaksi keras umat Islam di Solo. Ratusan umat dari berbagai elemen, mengutuk keras majalah asing asal Prancis tersebut.
Dengan membawa spanduk dan banner, mereka melakukan aksi damai di bundaran Gladag, Solo, Jumat (16/1) siang. Mereka juga berorasi, mengutuk keras penghinaan yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad.
"Apa yang ditampilkan oleh majalah mingguan Prancis Charlie Hebdo tersebut jelas mendiskreditkan umat Islam. Sangat provokatif dan dikecam oleh negara-negara muslim," ujar Endro Sudarsono, koordinator aksi dari Laskar Umat Islam Solo (LUIS).
Menurut Endro, penghinaan tersebut bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh majalah tersebut. Beberapa tahun silam penghinaan sama pernah dilakukan. "Ini sudah sangat melukai hati umat Islam. Sementara fatwa terkait penghinaan itu hukumannya mati," ujarnya.
Lebih lanjut Endro mengatakan, umat Islam Solo meminta Duta Besar Prancis untuk Indonesia membantu menarik majalah tersebut. Tak hanya itu, lanjut dia, Pemerintah Prancis juga harus mengadili pimpinan majalah Charlie Hebdo agar tidak mengulangi hal tersebut.
"Negara-negara Islam lainnya sudah muncul aksi protes. Kami berharap kepada pihak-pihak terkait secepatnya agar menghentikan cara-cara kasar dan provokatif yang akan menimbulkan luka bagi umat Islam," ujarnya.
"Nabi Muhammad tidak boleh divisualisasikan. Ini penghinaan, kami meminta Dubes Prancis menarik peredaran Charlie Hebdo," tuturnya.
Penerbitan kembali majalah tersebut, kata Endro, mengundang keprihatinan pemuka agama di seluruh dunia. Kebebasan berekspresi, lanjut Endro, seharusnya memiliki batasan dan tidak boleh menghina keyakinan dan agama lain.
Baca juga:
Soal Charlie Hebdo, Menag sebut fisik nabi tak boleh digambarkan
Paus: Dalam soal agama, kebebasan berekspresi juga ada batasnya
Kantor diserang, pendiri Charlie Hebdo salahkan redaktur
Anggota parlemen Amerika bandingkan Obama dengan Hitler
Kini lebih banyak mana di Eropa, dukung atau anti-Islam?
Kemarahan muslim di Turki kecam koran pemuat kartun Charlie Hebdo