Paus: Dalam soal agama, kebebasan berekspresi juga ada batasnya
Merdeka.com - Dalam pesawat di perjalanan dari Colombo, Sri Lanka, menuju Manila, Filipina, Paus Fransiskus sempat menggelar jumpa pers dan menanggapi peristiwa penyerangan kantor tabloid Charlie Hebdo di Paris, Prancis, dua pekan lalu, yang menewaskan 17 orang.
Paus Fransiskus mengatakan, kebebasan berekspresi, seperti yang selalu dijadikan alasan redaktur Charlie Hebdo ketika menggambar kartun yang menghina nabi atau tokoh lain, sesungguhnya mempunyai batasan jika menyinggung soal agama atau keyakinan.
"Orang tidak boleh memprovokasi, menghina keyakinan orang lain. Orang tidak boleh mengolok-olok agama," kata Paus, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Kamis (15/1).
Paus juga sempat mencontohkan jika ibunya dihina.
"Jika ada teman menghina ibu saya, dia akan saya pukul," ujar Paus.
Pria 78 tahun itu menuturkan, membunuh atas nama Tuhan adalah salah. Memprovokasi agama orang juga tidak dibenarkan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya