LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tuntut pekerjaan dan ganti rugi lahan, warga di Sampit ancam PT BUM

"Jangan salahkan kami jika bertindak anarkis karena sampai saat ini tuntutan kami tidak direalisasi pihak PT BUM,".

2016-04-05 17:21:52
Kotawaringin Timur
Advertisement

Ratusan warga dari enam desa di Kecamatan Antang Kalang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengancam akan membakar perusahaan sawit PT Bangkit Giat Usaha Mandiri jika tuntutannya tidak segera dikabulkan.

"Jangan salahkan kami warga desa jika bertindak anarkis karena sampai saat ini tuntutan kami tidak direalisasi pihak PT BUM," ujar tokoh masyarakat setempat, Hardi P Hadi, Selasa (5/4).

Warga di enam desa yang akan menggelar demonstrasi yakni Desa Tumbang Kalang, Sei Hanya, Kuluk Telawang, Sei Puring, Waringin Agung dan Desa Tanjung Jorong.

Ke enam desa itu berada di sekitar perkebunan sawit PT BUM dan menjadi korban ketidakadilan pihak perusahaan. Warga saat ini sedang menggalang kekuatan untuk menutup semua aktivitas perusahaan sawit tersebut.

Tuntutan warga terhadap perusahaan adalah pembangunan kebun plasma atau kemitraan, penyelesaian pembayaran ganti rugi lahan yang digarap PT BUM. Warga juga menuntut memprioritaskan warga sekitar perusahaan PT BUM menjadi karyawan.

"Tuntutan masyarakat tersebut sudah lama, namun sampai saat ini belum ada realisasi meski sudah beberapa kali dilakukan pertemuan," ucap Hardi.

Hardi mengatakan, setelah melakukan penutupan aktivitas PT BUM, nantinya masyarakat akan melanjutkan demonstrasi ke pemerintah daerah dan DPRD Kotawaringin Timur yang dianggap tidak mampu menyelesaikan sengketa antara masyarakat dengan PT BUM.

"Rencananya kita nanti akan mendirikan tenda di halaman Kantor bupati dan kantor DPRD Kotawaringin Timur untuk menginap. Kami juga tidak akan pulang sebelum ada penyelesaian," tegasnya.

Menurutnya, lambannya penyelesaian sengketa antara masyarakat desa dengan pihak PT BUM, diduga pihak oknum pemerintah dan anggota dewan telah termakan jasa pihak perusahaan sawit PT BUM.

"Jika tidak termakan jasa pihak perusahaan saya yakin permasalahan ini sudah selesai sejak lama, tepatnya setelah fasilitas PT BUM dibakar massa pada Desember 2014 lalu," beber dia.

Hardi mengatakan, masyarakat saat ini sudah kecewa sehingga emosinya tidak terbendungkan. "Jika peristiwa 2014 lalu terulang di PT BUM jangan salahkan masyarakat karena pemerintah dan DPRD tidak peduli dengan permasalahan ini," paparnya seperti dikutip dari Antara.

Baca juga:
Lahan ditutup & diduduki PLTU, warga Batang lanjutkan protes
Aksi ratusan anggota FPI geruduk KPK tuntut Ahok diadili
Ratusan nelayan demo di gedung DPRD Bali sambil bawa keranda mayat
Tolak relokasi, warga bakar ban di rel kereta api di Medan
Aksi demo tolak haul Syiah di Bangil dipimpin kader PKS

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.