Ratusan nelayan demo di gedung DPRD Bali sambil bawa keranda mayat
Merdeka.com - Ratusan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Bali menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali, Denpasar, Senin (4/4). Sekira pukul 10.00 Wita, ratusan nelayan menggelar demonstrasi dari lapangan Renon menuju gedung DPRD Bali yang berjarak berkisar 100 meter. Mereka membentangkan poster dan membawa keranda mayat.
"Ini simbol bahwa nelayan saat ini mati," ungkap salah seorang pendemo di Denpasar Bali, Senin (4/4).
Selain melakukan orasi, para pencari ikan di laut ini juga menggelar aksi drama dengan memperagakan betapa kelaparannya para nelayan. Sejumlah peraga dilakukan salah satunya dengan tidur terlentang telanjang dada di lobi gedung milik rakyat di Renon Denpasar ini.
Ketua Paguyuban Nelayan Bali, I Ketut Arsana Yasa mengatakan, kedatangan kali ini menuntut dihapuskannya Peraturan Menteri (Permen) NO 1/KP 2015 tentang penangkapan lobster dan rajungan. Selain itu juga mereka menolak adanya Permen KP NO 56, 57 /KP /2014.
"Adanya Permen itu kami nelayan kecil tidak bisa berbuat apa. Kami semakin melarat tidak bisa menyekolahkan anak-anak," katanya.
Pihaknya menegaskan, sejak adanya Permen NO 1/KP 2015 tentang penangkapan lobster dan rajungan pendapatan para nelayan semakin tipis.
"Dulu kita bisa ekspor yang nilanya itu perbulan mencapai Rp 1,8 miliar kini hanya Rp 300 juta. Peraturan ini sangat mematikan kami," ujarnya.
"Kami datang ke sini supaya anggota DPRD kita menyuarakan suara rakyat. Kami ingin hak kita dikembalikan. Kembalikan kedaulatan nelayan kecil. Hentikan Permen tersebut," pungkasnya.
Sayangnya selama dua jam mereka berorasi, belum satu pun wakil rakyat yang datang untuk menerima apa yang jadi tuntutan para pendemo. Maklum bahwa hari ini para anggota dewan sedang sidang paripurna bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Para nelayan ini pun memilih tetap bertahan duduk santai sambil menunggu perwakilan tiba. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya