Trivia Hukum: Dua Pelarian Terpidana Mati Narkoba dari Rutan Siak Tertangkap, Satu Masih Diburu
Dua dari tiga pelarian terpidana mati kasus narkoba dari Rutan Siak berhasil ditangkap, sementara satu lainnya masih dalam pengejaran. Bagaimana mereka bisa kabur?
Tiga terpidana mati kasus narkoba berhasil melarikan diri dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau, pada Minggu dini hari. Insiden pelarian dramatis ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, memicu pencarian besar-besaran oleh aparat gabungan.
Dua dari tiga pelarian terpidana mati tersebut, yakni Satria Adi Putra dan Safrudis, telah berhasil ditangkap kembali oleh petugas. Namun, satu terpidana lainnya, Epi Saputra, masih menjadi buronan dan terus dikejar oleh tim gabungan di kawasan hutan sekitar rutan.
Petugas Rutan Siak, Edi, mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa upaya pencarian masih terus berlangsung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat orang dengan ciri-ciri yang mencurigakan.
Kronologi Pelarian Dramatis dari Rutan Siak
Pelarian terpidana mati ini terjadi dengan cara membobol pintu sel dari dalam Rutan Siak. Setelah berhasil keluar, ketiga narapidana tersebut langsung berlari menuju kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan rutan, memanfaatkan kegelapan dini hari.
Petugas Rutan Siak, Edi, menjelaskan situasi tersebut. "Iya, benar, ada tiga tahanan yang kabur. Dua sudah kami tangkap, satu lagi masih dalam pencarian," ujarnya saat dihubungi di Siak pada Minggu.
Upaya pengejaran segera dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Rutan Siak, kepolisian, dan TNI. Mereka langsung menyisir area hutan yang menjadi jalur pelarian para narapidana tersebut.
Identitas dan Upaya Pengejaran Pelarian Terakhir
Terpidana mati yang masih buron diketahui bernama Epi Saputra, seorang warga Kabupaten Kepulauan Meranti. Berdasarkan keterangan petugas, Epi terakhir terlihat mengenakan baju kaos hitam dan celana pendek, dengan postur kurus dan bertubuh kecil.
Sementara itu, dua terpidana mati yang berhasil ditangkap adalah Satria Adi Putra, juga berasal dari Kepulauan Meranti, dan Safrudis, warga Kota Dumai. Penangkapan kedua narapidana ini memberikan harapan besar bagi petugas untuk segera menemukan Epi Saputra.
Tim gabungan terus melakukan penyisiran intensif di kawasan hutan, bahkan hingga Minggu siang. Sejumlah pos penjagaan strategis juga telah dipasang untuk mempersempit ruang gerak Epi Saputra dan mencegahnya melarikan diri lebih jauh. "Kami masih di lapangan bersama polisi mencari tahanan yang kabur. Mohon doa semoga segera tertangkap," tambah Edi.
Peran Masyarakat dan Kewaspadaan Pasca Pelarian
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi Rutan Siak agar tetap waspada dan proaktif. Warga diminta untuk segera melapor kepada aparat jika melihat seseorang dengan ciri-ciri yang sesuai dengan deskripsi Epi Saputra.
Seorang warga sekitar bahkan sempat melihat salah satu napi kabur tersebut melarikan diri ke kawasan hutan di sebelah rumah dinas Bupati Siak. Pria itu terlihat hendak meminum air di parit dalam hutan, namun hanya diam saat disapa, lalu pergi.
"Awalnya saya tidak tahu kalau itu napi kabur. Setelah di rumah, saya lihat foto beredar, baru sadar wajahnya mirip orang yang kabur dari rutan. Tak lama kemudian saya lapor ke petugas," ujar warga tersebut, menunjukkan pentingnya informasi dari masyarakat dalam upaya penangkapan.
Sumber: AntaraNews