Trivia Golf: Suteepat Prateeptienchai Pimpin Putaran Pertama JAKIC 2025 dengan Skor Fantastis 63 Pukulan!
Pegolf Thailand Suteepat Prateeptienchai memimpin klasemen putaran pertama Jakarta International Championship (JAKIC) 2025 dengan 63 pukulan, unggul tipis dari pesaingnya. Akankah ia mempertahankan dominasinya?
Pegolf Thailand, Suteepat Prateeptienchai, menunjukkan performa gemilang dengan memimpin klasemen sementara putaran pertama Jakarta International Championship (JAKIC) 2025. Ia berhasil mencatatkan 63 pukulan atau tujuh di bawah par di Damai Indah Golf–Pantai Indah Kapuk (PIK) Course, Jakarta.
Keberhasilan ini diraih pada Kamis (02/10), meskipun pertandingan sempat dihentikan selama dua jam akibat cuaca buruk. Suteepat kini unggul satu pukulan dari tiga pesaing terdekatnya yang siap memberikan perlawanan ketat.
Dominasi awal Suteepat Prateeptienchai dalam ajang JAKIC 2025 ini menarik perhatian banyak pihak. Ia membuktikan konsistensinya di lapangan golf yang menantang.
Dominasi Awal Suteepat di JAKIC 2025
Suteepat Prateeptienchai berhasil menutup hari pertama Jakarta International Championship (JAKIC) 2025 dengan catatan impresif 63 pukulan. Skor tersebut menempatkannya di posisi teratas, tujuh di bawah par, mengungguli para pegolf lain.
Ia kini memimpin satu pukulan dari tiga pegolf lainnya yang menempati posisi kedua. Mereka adalah Roberto Lebrija dari Meksiko, Chang Wei-lun dari Taiwan, dan Wade Ormsby dari Australia.
Pegolf berusia 32 tahun ini mengungkapkan kepuasannya terhadap permainannya. "Saya bermain cukup baik hari ini. Semuanya berjalan sempurna," kata Suteepat, menegaskan performa terbaiknya.
Suteepat menambahkan bahwa ia berhasil memasukkan banyak putt dari jarak yang tidak terlalu jauh, dengan yang terjauh hanya sekitar 6,5 meter. Konsistensi dalam putting menjadi kunci keberhasilannya di putaran pertama JAKIC 2025.
Tantangan Cuaca dan Kepercayaan Diri Pegolf
Meski pertandingan sempat dihentikan selama dua jam pada pukul 08.20 WIB karena hujan lebat dan cuaca buruk, performa Suteepat tidak terpengaruh. Ia tetap fokus dan mampu mempertahankan ritme permainannya di JAKIC 2025.
Memulai permainannya dari hole 10, Suteepat mencetak dua di bawah par pada sembilan hole pertamanya. Kemudian, ia berhasil menambah lima birdie lagi di sembilan hole berikutnya, mengukuhkan posisinya di papan atas.
Suteepat mengaku sangat percaya diri menghadapi turnamen ini, terutama setelah kemenangannya di Indonesia Open 2025. Ia merasa gaya permainannya sangat cocok dengan karakter lapangan PIK Golf Course.
"Lapangan ini cocok dengan saya, fairway tidak terlalu sempit, tapi green cukup keras," ujarnya. Kepercayaan diri ini menjadi modal penting bagi Suteepat untuk terus bersaing di JAKIC 2025.
Persaingan Ketat dan Harapan Indonesia
Posisi Suteepat Prateeptienchai di puncak klasemen JAKIC 2025 masih berpeluang digeser oleh rekan senegaranya, Pavit Tangkamolprasert. Pavit membukukan enam di bawah par dan masih menyisakan dua hole ketika pertandingan dihentikan karena hari gelap.
Pavit Tangkamolprasert bergabung di posisi kedua bersama Roberto Lebrija, Chang Wei-lun, dan Wade Ormsby. Sebanyak 54 pegolf lainnya juga belum menyelesaikan putaran pertama dan dijadwalkan melanjutkan permainan pada Jumat pagi (3/10).
Dari 11 wakil Indonesia yang berpartisipasi dalam JAKIC 2025, beberapa menunjukkan performa menjanjikan. Jonathan Wijono, Kevin Akbar, dan Alfred Sitohang menjadi pencetak skor terendah dengan dua di bawah par.
Jonathan Wijono telah menyelesaikan 18 hole, sementara Kevin Akbar masih menyisakan satu hole dan Alfred Sitohang empat hole. Harapan besar kini tertumpu pada mereka untuk bisa bersaing di putaran-putaran selanjutnya dan mengharumkan nama Indonesia di JAKIC 2025.
Sumber: AntaraNews