Trivia: Bukan Cuma Jawa, 26 Santri Kaltim Siap Harumkan Daerah di MQK Nasional 2025 Sulsel
Sebanyak 26 santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren Kaltim akan mengikuti Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional VIII 2025 di Sulawesi Selatan, siap bersaing dan harumkan nama daerah.
Sebanyak 26 santri dan santriwati terbaik dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyatakan kesiapan mereka untuk mengikuti ajang bergengsi Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional VIII. Kompetisi tingkat nasional ini akan diselenggarakan di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 Oktober 2025, menjadi panggung bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Kontingen Kaltim yang berjumlah total 56 orang ini, terdiri atas 26 santri, 10 pelatih, serta panitia dan pendamping, akan berangkat menuju Sulawesi Selatan pada 30 September 2025. Mereka akan bersaing dalam sembilan cabang lomba yang berbeda, meliputi berbagai disiplin ilmu keagamaan. Keikutsertaan ini menunjukkan komitmen Kaltim dalam mengembangkan pendidikan pesantren dan kemampuan santri di kancah nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen. Beliau menekankan pentingnya partisipasi Kaltim dalam ajang nasional ini. Kehadiran santri Kaltim diharapkan dapat membuktikan bahwa daerah tersebut juga memiliki talenta-talenta luar biasa di bidang keagamaan.
Apresiasi dan Persiapan Kontingen Kaltim Menuju MQK Nasional
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, secara langsung menerima audiensi kontingen MQK Kaltim di Ruang Rapat Sekda Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta, pelatih, dan pendamping yang akan membawa nama Kaltim di ajang nasional.
“Terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq beserta jajaran yang sudah mengoordinasikan kegiatan ini sehingga Kaltim bisa ikut serta,” ujar Sri Wahyuni. Beliau juga mengakui bahwa jumlah peserta dari Kaltim mungkin tidak sebanyak daerah lain, khususnya dari Pulau Jawa, namun hal itu tidak mengurangi semangat juang.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim ini menambahkan, “Tapi paling tidak daerah lain bisa melihat bahwa kita juga memiliki santri dan santriwati yang mampu bersaing di tingkat nasional.” Pernyataan ini menegaskan ambisi Kaltim untuk menunjukkan kualitas santri-santrinya di hadapan publik nasional.
Harapan dan Cabang Lomba yang Diikuti Santri Kaltim
Kakanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa kontingen Kaltim secara keseluruhan berjumlah 56 orang. Angka ini mencakup 26 santri dan santriwati sebagai peserta, 10 pelatih yang akan membimbing, serta panitia dan pendamping yang memastikan kelancaran seluruh proses.
Sri Wahyuni juga berpesan kepada seluruh kafilah Kaltim agar senantiasa menjaga kekompakan tim selama berada di Sulawesi Selatan. Selain itu, beliau menekankan pentingnya fokus pada setiap lomba yang diikuti serta membangun silaturahim dengan peserta dari daerah lain. Hal ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman para santri.
Kontingen Kaltim akan berpartisipasi dalam sembilan cabang lomba yang menantang dan beragam. Cabang-cabang tersebut meliputi Tauhid, Ushul Fikih, Ushul Hadis, Akhlak, Ilmu Tafsir, Tarikh, Nahwu, debat bahasa Arab, dan debat bahasa Inggris. Keberagaman cabang lomba ini menunjukkan luasnya cakupan ilmu yang dikuasai oleh santri Kaltim.
“Kita doakan semoga seluruh kontingen sehat, lancar, dan bisa mengharumkan nama Kaltim,” tutup Sri Wahyuni, memberikan semangat dan doa terbaik bagi perjuangan para santri. Keikutsertaan dalam MQK Nasional ini menjadi kesempatan emas bagi Kaltim untuk menunjukkan potensi dan prestasi santri-santrinya.
Sumber: AntaraNews