Trivia: 194 Jiwa Terdampak! Banjir Medan Rendam 70 Rumah dengan Ketinggian 2 Meter
Banjir Medan melanda Kelurahan Beringin, Medan Selayang, Minggu dini hari, menyebabkan 194 jiwa dari 80 KK terdampak. Ketahui penyebab dan upaya penanganannya di sini!
Banjir besar melanda sebagian wilayah Kota Medan pada Minggu (11/10) dini hari, menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. Peristiwa ini terjadi setelah curah hujan tinggi memicu meluapnya Sungai Babura. Akibatnya, pemukiman warga terendam air dengan ketinggian yang signifikan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat, setidaknya 194 jiwa dari 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh musibah ini. Mereka adalah penduduk Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, yang kini menghadapi tantangan pasca-bencana.
Sebanyak 70 rumah dilaporkan terendam, dengan ketinggian air mencapai 180 hingga 200 centimeter di beberapa titik. Meskipun dampak material cukup besar, laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden banjir Medan ini.
Dampak dan Skala Banjir di Medan Selayang
Banjir yang terjadi di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, memberikan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Data dari Pusdalops PB Sumatera Utara menunjukkan bahwa 194 jiwa dari 80 kepala keluarga harus merasakan langsung akibat dari bencana ini. Ketinggian air yang mencapai hampir dua meter membuat banyak rumah tidak dapat dihuni.
Sebanyak 70 unit rumah warga dilaporkan terendam banjir, dengan ketinggian air bervariasi antara 180 hingga 200 centimeter. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk meninggalkan rumah mereka. Meskipun demikian, jumlah pengungsi tercatat relatif kecil, hanya 13 jiwa dari total ratusan yang terdampak.
Wilayah terdampak tersebar di sejumlah lingkungan dalam Kelurahan Beringin. Meskipun data ini bersifat sementara, pihak berwenang terus melakukan pembaruan dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat. Kejadian banjir Medan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Penyebab dan Upaya Penanganan Awal Bencana
Penyebab utama banjir di Kota Medan ini adalah curah hujan yang sangat tinggi pada dini hari Minggu (11/10). Hujan deras tersebut mengakibatkan debit air Sungai Babura meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman warga. Luapan sungai ini dengan cepat merendam rumah-rumah penduduk di sekitarnya.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa data yang diterima Pusdalops PB Sumut masih bersifat sementara. "Itu masih data sementara dari Medan. Ini masih di data lagi," ujar Sri Wahyuni, menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berlangsung.
Berbagai upaya penanganan atas kejadian banjir Medan ini telah dilakukan oleh sejumlah pemangku kebijakan terkait. Langkah-langkah darurat segera diambil untuk membantu warga terdampak dan memastikan keselamatan mereka. "Berdasarkan laporan yang diterima, korban luka maupun korban jiwa nihil," kata Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuni, memberikan kabar baik di tengah musibah ini.
Sumber: AntaraNews