Tragedi Kebakaran Denpasar: Satu Orang Tewas Terjebak di Dalam Rumah
Insiden kebakaran Denpasar di Jalan Tukad Gangga menewaskan satu orang, Gerson Mengidima, yang terjebak di lantai dua rumahnya. Diduga akibat korsleting listrik, api melahap habis bangunan tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Sebuah insiden kebakaran tragis melanda sebuah rumah di Jalan Tukad Gangga, Denpasar Selatan, pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 Wita. Kejadian nahas ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia setelah terjebak di dalam kobaran api. Korban teridentifikasi sebagai Gerson Mengidima, berusia 29 tahun, yang tidak berhasil menyelamatkan diri dari lantai dua bangunan yang terbakar.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengonfirmasi bahwa penyebab kebakaran Denpasar ini diduga kuat akibat arus pendek listrik. Api yang membesar dengan cepat membuat korban tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam serta kerugian materiil yang tidak sedikit.
Tim pemadam kebakaran Kota Denpasar mengerahkan delapan unit mobil untuk menjinakkan api yang melalap habis rumah tersebut. Upaya pemadaman berlangsung hingga Jumat dini hari, sekitar pukul 00.30 Wita, sebelum api akhirnya berhasil dikendalikan. Jasad korban kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi Kejadian Kebakaran Maut
Kebakaran Denpasar ini bermula pada Kamis malam sekitar pukul 22.50 Wita, ketika seorang saksi menyadari lampu di rumahnya padam, sementara lampu di rumah tetangga masih menyala. Saksi kemudian berinisiatif memeriksa meteran listrik dan mendapati posisinya mati. Upaya untuk menghidupkan kembali meteran listrik tidak berhasil, dan pada saat yang bersamaan, saksi mulai mencium bau asap yang mencurigakan.
Merasa ada yang tidak beres, saksi naik ke lantai dua untuk mencari sumber asap, namun tidak menemukan apapun. Saat itu, saksi melihat korban Gerson Mengidima sedang tertidur pulas dengan menggunakan headset di telinganya. Setelah itu, saksi turun kembali ke lantai satu untuk memeriksa kompor gas, namun tidak ada tanda-tanda kebocoran gas yang ditemukan.
Sekitar pukul 23.00 Wita, api tiba-tiba muncul dari kamar tengah di lantai satu dan dengan sangat cepat membesar, melalap seluruh bagian rumah. Melihat kobaran api yang semakin tak terkendali, saksi segera membangunkan penghuni rumah lainnya, yaitu Zet Wadu dan Ni Luh Sudarni, yang sedang tidur di lantai satu, agar segera menyelamatkan diri.
Upaya Pemadaman dan Identifikasi Korban
Meskipun penghuni di lantai satu berhasil diselamatkan, korban Gerson Mengidima yang berada di lantai dua tidak dapat menyelamatkan diri dari amukan api. Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menyatakan, “Korban yang berada di lantai dua tidak dapat menyelamatkan diri dan meninggal karena terbakar.” Kondisi korban ditemukan dengan luka bakar mencapai 100 persen, menunjukkan dahsyatnya intensitas api yang melanda.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Denpasar dengan sigap merespons laporan kejadian ini. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar hebat. Proses pemadaman berlangsung cukup lama dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat dini hari, tanggal 9 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 Wita.
Setelah api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman, tim evakuasi segera melakukan identifikasi dan mengevakuasi jasad korban. Jasad Gerson Mengidima kemudian dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi lebih lanjut dan autopsi, guna memastikan penyebab pasti kematian serta memenuhi prosedur hukum yang berlaku.
Dugaan Penyebab dan Dampak Kebakaran
Penyelidikan awal oleh pihak kepolisian, berdasarkan keterangan dari Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengarah pada dugaan bahwa kebakaran di Denpasar ini disebabkan oleh arus pendek listrik. Dugaan ini muncul setelah saksi melaporkan adanya masalah pada meteran listrik sesaat sebelum api terlihat.
Insiden kebakaran ini tidak hanya menyebabkan hilangnya nyawa, tetapi juga kerugian material yang signifikan. Rumah yang terbakar mengalami kerusakan parah, bahkan hampir seluruhnya hangus. Dampak psikologis bagi keluarga korban dan para saksi juga menjadi perhatian, mengingat kejadian ini berlangsung begitu cepat dan tragis.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Pemeriksaan rutin instalasi listrik dan penggunaan peralatan listrik yang sesuai standar keamanan sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews