Tragedi Affan Kurniawan, Driver Ojol Tulang Punggung Keluarga yang Meninggal Dilindas Rantis Brimob saat Antar Pesanan Makanan
Affa Kurniawan dan keluarga menghuni sebuah kontrakan kecil berukuran 3x12 meter di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dilindas rantis Brimob tinggal di sebuah gang sempit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dia dan keluarga menghuni sebuah kontrakan kecil berukuran 3x12 meter.
Kontrakan kecil yang dihuni Affan itu, berdiri persis di balik gemerlap gedung-gedung tinggi ibu kota, di sanalah Affan Kurniawan (21) menjalani hari-harinya bersama lima anggota keluarga.
Kontrakan itu kini juga nampak sederhana. Kini, pada Jumat (29/8/2025) sore, rumah kontrakan itu dipenuhi pelayat. Meski jenazah Affan telah dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, orang-orang masih terus berdatangan.
Hingga pukul 16.02 WIB, tetangga, sahabat lama, hingga rekan sesama pengemudi ojek online Affan masih datang silih berganti untuk bertemu anggota keluarga Affan.
Korban sedang Antar Pesanan Makanan
Affan, lahir di Tanjung Karang, Lampung pada 2004. Namun, pemuda usia 21 tahun ini meninggal dunia dengan cara tragis.
Kamis malam, 28 Agustus 2025, ia menjadi korban tabrak dan lindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Padahal, saat itu Affan cuma sedang antar pesanan makanan.
“Ini antar pesanan makanan, cuma jalanan itu ditutup akhirnya dia jalan kaki. Motornya aja sampai sekarang belum ketahuan dia naruhnya di mana,” kata Paman Affan, Tholib.
Tholib menegaskan, Affan tidak pernah bilang akan ikut demo. “Nggak ada kabar kalau dia mau ikut demo. Emang dia pas keluar itu dapat orderan antar makanan,” kata dia.
Sosok Korban Dikenal Tak Neko-Neko
Kabar duka pertama kali diterima keluarga Affan melalui Ketua Rukun Tetangga (RT). Kini, mereka hanya bisa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah, termasuk fasilitas pemakaman.
Sehari-hari, Affan dikenal tak neko-neko. Dia Pendiam, pekerja Keras, dan tulang punggung keluarga.
“Affan itu kesehariannya pendiam aja, nggak neko-neko,” kata Tholib.
Meski hidup sederhana, Affan selalu membawa kebahagiaan bagi orang-orang terdekatnya. Akim (21), sahabat SMP Affan mengenang Affan sebagai sosok yang ceria dan royal.
“Affan tuh orangnya seru dan asik, ceria banget. Kalau saya nggak punya duit, dia suka ngebeliin jajan saya duluan,” kata Akim.
Akim menyebut, hobi Affan juga sederhana. Affan gemai bermain bola bersama teman-temannya.
“Kita pernah mabar bola bareng. Orangnya nggak pernah cari masalah, tapi kalau ada yang ganggu dia berani,” kata Akim.