LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh di Medan Long March ke Fly Over Amplas

Ratusan orang dari berbagai elemen buruh di Medan sekitarnya menggelar unjuk rasa menentang RUU Cipta Kerja, Kamis (16/7). Aksi itu dilakukan dengan cara long march di Jalan Sisingamangaraja tepatnya, mulai Simpang Mariendal hingga Fly Over Amplas.

2020-07-16 15:00:38
Demo
Advertisement

Ratusan orang dari berbagai elemen buruh di Medan sekitarnya menggelar unjuk rasa menentang RUU Cipta Kerja, Kamis (16/7). Aksi itu dilakukan dengan cara long march di Jalan Sisingamangaraja tepatnya, mulai Simpang Mariendal hingga Fly Over Amplas.

Menurut pengunjuk rasa RUU Cipta Kerja sebagai produk omnibus law ini tidak berpihak kepada buruh, sehingga harus dihapuskan.

"Kami melihat RUU Cipta Kerja dengan metode Omnibus Law tidak hanya mengorbankan kelas pekerja yang ada di Indonesia, melainkan akan sangat berdampak dengan sektor-sektor lainnya. Omnibus Law ini sangat bertentangan dengan UUD Indonesia," kata koordinator aksi Martin Luis kepada wartawan.

Advertisement

Massa aksi menilai beberapa poin dalam RUU Cipta Kerja sangat berbahaya dan merugikan rakyat, terutama kaum buruh. Poin itu di antaranya hilangnya perlindungan dan pemenuhan hak rakyat, hilangnya upah minimum dan penerapan upah kerja per jam, pengurangan pesangon bagi buruh yang ter-PHK, penerapan fleksibilitas pasar kerja dengan memperluas penggunaan sistem kontrak dan outsourcing, masifnya pembangunan industri ekstraktif yang mengeksploitasi sumber daya alam.

Omnibus Law ini juga dinilai memberikan kesempatan bagi tenaga kerja asing unskill untuk bekerja di alur produksi inti. Sementara tanggung jawab negara hilang dalam menyelenggarakan jaminan sosial bagi rakyat.

"Praktik perampasan tanah rakyat dilegalkan, juga praktik pencemaran lingkungan, dan komersialisasi pendidikan semakin masif," terang Martin.

Advertisement

Dia menegaskan mereka akan terus menentang kebijakan pemerintah yang antirakyat. "Kami akan menentang dan menolak kebijakan pemerintah yang sangat liberal dan kapitalistik," tegasnya.

Long march para buruh ini dikawal petugas kepolisian. Aksi ini menyebabkan lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja menuju Amplas macet total.

Baca juga:
Ada Demo RUU Cipta Kerja di DPR, Polisi Imbau Terapkan Protokol Kesehatan
6 Kelompok Buruh Tetap Masuk Tim RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan
Ratusan Mahasiswa di Tasikmalaya Demo Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja
Kesepakatan Pengusaha, Buruh & Pemerintah Dinilai Kunci Pembahasan RUU Cipta Kerja
Survei: 52 Persen Masyarakat Dukung Pengesahan RUU Cipta Kerja
RUU Cipta Kerja Dinilai Solusi Atasi Masalah Ekonomi di Tengah Covid-19

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.