Tolak kenaikan BBM, mahasiswa Bogor blokir akses Tol Jagorawi
Aksi blokir itu tak berlangsung lama setelah polisi menghadang usaha mahasiswa untuk memblokir jalan.
Ratusan mahasiswa Universitas Djuanda melakukan blokir jalan akses menuju tol Jagorawi di Simpang Ciawi, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (17/11). Mereka menuntut pemerintah membatalkan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Dalam aksinya sambil berorasi mahasiswa nyaris memblokir jalan tol, namun aksinya cepat dihadang aparat kepolisian dari Polres Bogor Kota. Sehingga aksi blokir jalan hanya berlangsung di perempatan Ciawi dengan cara membakar ban bekas. Akibatnya, kemacetan pun mengular hingga beberapa kilometer memasuki Gerbang Tol Ciawi.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi Asep Tobibudin mengatakan, saat ini masyarakat sudah terbebani dengan kebutuhan pokok yang naik akhir-akhir ini. "Seharusnya Pemerintahan Jokowi-JK menurunkan dulu harga kebutuhan pokok," katanya.
Asep juga menilai bahwa Jokowi-JK telah mengingkari janjinya saat kampanye Presiden Juli lalu. "Dalam kampanyenya, pro rakyat. Ternyata mengkhianati rakyat dengan kenaikan bahan bakar minyak," jelasnya.
Aksi tersebut juga diwarnai pembakaran ban di tengah jalan. Secara sigap, polisi dari Satuan Sabhara Polres Kota Bogor memadamkannya.
Unjuk rasa juga tidak terlalu lama, sekitar 150 polisi mengawal unjuk rasa tersebut. Sebuah water canon juga disiagakan. Mahasiswa pun memilih melanjutkan unjuk rasa di kampus yang hanya berjarak 500 meter dari Simpang Ciawi dan saat ini, Jalur Ciawi sudah bisa dilalui kendaraan dengan normal.
Baca juga:
HTI: Migas Indonesia dikelola kapitalis, zaman khalifah gratis
Tolak kenaikan BBM, mahasiswa di Semarang bentrok dengan polisi
Tolak BBM naik, ibu-ibu dan anak ikut demo HTI di depan Istana
Pengusaha wanita Yogyakarta tolak rencana kenaikan harga BBM
Mahasiswa Makassar ricuh, JK minta rektor jelaskan kenaikan BBM