Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha wanita Yogyakarta tolak rencana kenaikan harga BBM

Pengusaha wanita Yogyakarta tolak rencana kenaikan harga BBM Demo Kenaikan BBM . ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Yogyakarta keberatan dengan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab kenaikan BBM ini hampir bertepatan dengan kenaikan upah minimum Kabupaten dan Kota Yogyakarta.

"Rencana kenaikan harga BBM di akhir tahun bersamaan dengan kenaikan upah yang harus dibayarkan pengusaha kepada pegawai," kata Ketua IWAPI Fatma Arief Fianti, Sabtu (15/11).

Selain bertepatan dengan penaikan UMP, penaikan BBM di akhir tahun bakal berdampak pada biaya operasional. Biaya operasional akan semakin naik sementara itu pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang makanan atau kuliner akan kesulitan menaikkan harga karena ada persaingan yang ketat di Yogyakarta.

"Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi biaya distribusi. Sejak sepekan terakhir, baru ada rencana kenaikan harga, berbagai kebutuhan bahan produksi makanan sudah mengalami kenaikan cukup signifikan," tambahnya.

Adapun salah satu yang mengalami kenaikan adalah cabai. Di sejumlah pasar di DIY, harga cabai kini terus meroket padahal pemerintah belum resmi menaikkan BBM. Di Bantul misalnya, harga cabai bahkan menembus Rp 40.000 per kilogram. Sebelumnya harga cabai masih cukup terjangkau, Rp 10.000 per kilogram.

"Nah, di sisi, pendapatan juga menurun karena biaya operasional tidak diimbangi peningkatan margin keuntungan. Pengusaha hanya bisa kreatif menciptakan inovasi produk agar usahanya tidak gulung tikar," tuturnya. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP