LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TNI AL gagalkan penyelundupan kasur bekas dari Malaysia

TNI AL gagalkan penyelundupan kasur bekas dari Malaysia. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun Lantamal IV propinsi Kepulauan Riau, mengamankan Kapal LM Rizki Nabil yang bermuatan barang selundupan tidak resmi dari Malaysia.

2017-04-02 16:07:00
TNI AL
Advertisement

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun Lantamal IV propinsi Kepulauan Riau, mengamankan Kapal LM Rizki Nabil yang bermuatan barang selundupan tidak resmi dari Malaysia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI S Irawan mengatakan KLM Rizki Nabil diamankan di perairan sebelah timur Pulau Mendol. Kapal berbendera Indonesia itu milik seorang pengusaha inisial A dengan berat muatan 72 ton dinakhodai S dengan 4 orang Anak Buah Kapal.

"Kapal dengan lambung dan anjungan berwarna coklat kayu itu berlayar dari Batu Pahat Malaysia menuju Sungai Guntung Tanjung Balai Karimun, bermuatan drum plastik sebanyak 250 buah dan ratusan kasur bekas," ujar Irawan, Minggu (2/4).

Setelah diperiksa petugas TNI, ditemukan beberapa pelanggaran di antaranya membawa muatan yang dilarang untuk impor berupa barang bekas dalam bentuk kasur dan drum plastik.

"Barang yang dibawa tidak dilengkapi dengan manifest muatan kapal, tidak dilengkapi dengan tanda pendaftaran kapal dan diduga mengubah status hukum kapal," kata Irawan.

Irawan menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memberantas setiap bentuk tindak kejahatan di wilayah perairan Kepulauan Riau. Menurutnya, tim WFQR Lantamal IV tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi para penyelundup.

"Lantamal IV tidak akan pernah berpuas diri dengan apa yang telah dicapai selama ini, untuk itu setiap jengkal wilayah perairan Kepri akan selalu kita jaga. Karena hal itu memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Lantamal IV," tegas Irawan.

Kepada para penyelundup, Irawan meminta agar menghentikan kegiatan ilegal yang merusak sendi-sendi perekonomian bangsa. Dia mengingatkan, untuk tidak mengorbankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi.

"Untuk penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut, kapal beserta seluruh ABK dibawa menuju dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang Kepulauan Riau," pungkas Irawan.

Baca juga:
Petugas Bandara di Bali pergoki penumpang bawa 20.650 lobster ilegal
120 HP selundupan ke Nusakambangan dimusnahkan di Dermaga Sodong
Bareskrim: Saat ini ada 14.191 imigran gelap di Indonesia
Polisi gagalkan aksi penyelundupan 74 WN Bangladesh di Dumai
Polri rilis sindikat penyelundupan manusia ke Australia

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.