TNI AD Persiapkan Satgas Misi Perdamaian Gaza, Pimpinan Jenderal Bintang Tiga
Diketahui, nantinya pimpinan dalam misi tersebut akan diisi oleh jenderal bintang tiga.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) masih melakukan penggodokan terkait dengan Satuan Tugas (Satgas) misi perdamaian Gaza. Diketahui, nantinya pimpinan dalam misi tersebut akan diisi oleh jenderal bintang tiga.
"Masih dalam penggodokan juga, semuanya butuh proses. Jadi tidak bisa langsung ada proses, ada pembentukan, penyiapan pasukan, situasi di sana seperti apa, diplomasi antar negara. Itu sudah pasti," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Donny Pramono kepada wartawan di Mabesad, Jakarta, Kamis (27/11).
Misi perdamaian Gaza
Menurutnya, dalam misi perdamaian Gaza tersebut tidak bisa langsung memberangkatkan personel. Karena, tetap harus mengikuti proses yang ada.
"Kita tidak bisa langsung, ya berangkat. Karena kalau dalam negara sendiri oke. Ini kan kita keluar. Tetap harus ada prosesnya," ujarnya.
Misi Perdamaian Gaza Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan bahwa misi perdamaian Gaza yang akan datang akan dipimpin oleh seorang perwira tinggi TNI berpangkat jenderal bintang tiga. Pengumuman ini disampaikan setelah rapat dengar pendapat dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada Senin (24/11).
Proses seleksi untuk kontingen pasukan perdamaian tersebut saat ini sedang berlangsung dengan cermat. Panglima TNI tidak merinci alasan penunjukan perwira tinggi sebagai pemimpin, namun menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari persiapan matang untuk misi krusial tersebut.
Kesiapan personel menjadi prioritas utama, dengan serangkaian tes medis, fisik, dan psikologis yang ketat. Pasukan perdamaian ini akan diberangkatkan setelah tim pendahulu TNI selesai mengevaluasi situasi di lapangan dan menentukan lokasi penempatan yang paling strategis di wilayah Gaza.
Struktur Pasukan dan Kesiapan Personel untuk Gaza
Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza akan terdiri dari tiga brigade komposit. Setiap brigade tersebut akan mencakup tiga batalyon utama, yakni batalyon kesehatan, batalyon zeni konstruksi, dan batalyon pendukung, untuk memastikan kelengkapan operasional di lapangan.
Selain itu, misi ini juga akan dilengkapi dengan dukungan mekanik yang memadai, guna mendukung mobilitas dan efektivitas tugas-tugas di wilayah konflik. Kesiapan operasional ini dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin timbul selama pelaksanaan misi perdamaian Gaza.
Panglima TNI juga menegaskan bahwa seluruh prajurit yang akan bertugas dalam misi ini harus dalam kondisi fisik dan mental yang prima.
"Untuk rekrutmen pasukan, tahap pertama adalah tes medis. Mereka harus sehat, bugar secara fisik, dan sehat secara psikologis," ujarnya.