Tindak Lanjut Instruksi Prabowo, Pemerintah akan Benahi Infrastruktur Pesantren Usai Insiden Ponpes Al Khoziny
Salah satu upaya yang dilakukan Presiden Prabowo, kata dia, adalah mendorong agar pemerintah membantu proses audit, pengawasan, dan renovasi.
Pemerintah berjanji akan memberi perhatian khusus terhadap masa depan pesantren di seluruh Indonesia. Khususnya, dalam bidang pelayanan infrastruktur bangunannya.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia.
Menko Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar, perhatian khusus tersebut menjadi perintah langsung Presiden Prabowo, usai insiden tragis robohnya bangunan musola di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, yang menewaskan 67 santri.
“Beliau memberikan arahan dan perintah agar pemerintah hadir menangani, mengatasi, membuat perencanaan penanganan masa depan sehingga peristiwa yang tragis itu tidak terulang kembali,” kata pria karib disapa Cak Imin saat menandatangani kesepakatan tersebut di kantor Kemenko PM, Jakarta, Selasa (14/10).
Salah satu upaya yang dilakukan Presiden Prabowo, kata dia, adalah mendorong agar pemerintah membantu proses audit, pengawasan, dan renovasi.
Tujuannya, supaya terjadi keberlanjutan pembangunan pesantren yang rawan longsor, rawan roboh dan berbagai potensi kerawanan yang lainnya.
3 Hal yang Perlu Dikerjakan
Presiden memerintahkan 3 hal yang harus dikerjakan para menteri terkait di kabinetnya. Pertama pendidikan kelompok santri yang harus menjadi perhatian atas keselamatan dan kenyamanan mereka saat menempuh pendidikan pondok pesantren.
“Pesan Pak Prabowo kedua, perhatian pemerintah untuk hadir dan selalu memberikan jalan keluar yang cepat dan tepat bagi setiap masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap ketua umum PKB ini.
“Yang ketiga tentu saja, karena Presiden memiliki hubungan historis yang sangat kuat dengan pesantren sebagai lembaga pendidikan, sejak awal selalu menjadikan pesantren sebagai tempat untuk melakukan perjalanan awal, start menuju perjuangan-perjuangan langkah berikutnya,” tutur Cak Imin.
Berdasarkan semangat tersebut, Cak Imin meyakini komitmen Presiden Prabowo menilai pesantren harus menjadi prioritas karena adanya sejarah panjang antara Presiden Prabowo dan pesantren.
“Tentu inilah yang kemudian membuat komitmen beliau secara pribadi dan sebagai kepala negara memerintahkan kepada kita semua jajaran pemerintahan untuk mendorong agar peristiwa serupa yang mengharubirukan, tragedi, musibah, bencana alam tidak pernah sebesar ini jumlahnya,” jelasnya.