Tim SAR Temukan Jenazah Pria Hanyut di Kanal Banjir Barat Semarang
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah pria yang hanyut di Kanal Banjir Barat Semarang pada Sabtu pagi, setelah pencarian intensif sejak Jumat.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah seorang pria yang dilaporkan hanyut di Kanal Banjir Barat Semarang, Jawa Tengah. Penemuan ini terjadi pada Sabtu pagi, 23 Mei 2026, setelah upaya pencarian yang dilakukan sejak Jumat sore, 22 Mei 2026. Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal dilaporkan hilang, tersangkut di pinggir sungai.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi penemuan jenazah tersebut dan menjelaskan kronologi kejadian. Korban diduga tersapu arus deras saat buang air di sekitar saluran irigasi yang bermuara ke aliran sungai, bertepatan dengan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.
Dari saku korban, ditemukan kartu identitas atas nama Sugiyono (65), warga Sri Rejeki V, Kalibanteng Kidul, Kota Semarang. Jenazah korban selanjutnya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS dr. Kariadi Semarang untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi Pencarian Korban Hanyut
Peristiwa nahas ini bermula pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 13.20 WIB, ketika seorang pria dilaporkan hanyut di saluran irigasi yang terhubung dengan Sungai Banjir Kanal Barat. Tim SAR gabungan segera mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan pencarian intensif.
Pencarian pada Jumat sore melibatkan 18 personel SAR gabungan yang menyisir area sungai. Namun, hingga hari mulai gelap, korban belum berhasil ditemukan, sehingga operasi pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan keesokan harinya.
Pada Sabtu pagi, upaya pencarian membuahkan hasil. Jenazah korban ditemukan tersangkut di pinggir sungai, sekitar satu kilometer dari lokasi awal kejadian. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang berlangsung selama hampir satu hari penuh.
Identitas dan Dugaan Penyebab Insiden
Berdasarkan kartu identitas yang ditemukan di saku celana korban, pria tersebut diidentifikasi sebagai Sugiyono, berusia 65 tahun, dan beralamat di Sri Rejeki V, Kalibanteng Kidul, Kota Semarang.
Menurut keterangan Budiono, korban sempat berpegangan pada salah seorang warga yang berusaha menolongnya. Namun, pegangan korban terlepas setelah diduga kelelahan menahan derasnya arus sungai. Insiden ini terjadi saat hujan deras melanda wilayah tersebut, menyebabkan debit air di Kanal Banjir Barat meningkat signifikan.
Diduga kuat, korban tersapu arus saat sedang buang air di sekitar saluran irigasi. Kondisi cuaca ekstrem dan arus yang kuat menjadi faktor utama yang menyebabkan korban terbawa arus hingga hanyut.
Imbauan Keselamatan dari Tim SAR
Menyikapi insiden ini, Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada musim hujan atau saat cuaca tidak menentu.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas di pinggir sungai ketika debit air tinggi atau arus deras. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews