Tim SAR berhasil temukan FDR black box AirAsia QZ8501
Flight Data Recorder berhasil ditemukan pagi tadi sekitar Pukul 07.00 WIB.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan bagian dari black box milik pesawat AirAsia QZ8501 telah diangkat oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Soelistyo menambahkan, bagian black box yang bernama Flight Data Recorder (FDR) itu diangkat pukul 07.11 WIB hari ini, (12/1).
"Saya dapatkan laporan resmi dari Ketua KNKT, Pukul 07.11 WIB berhasil diangkat bagian dari black box disebut FDE (Flight Data Recorder). Di sekitar objek 16 itu dikonfirm karena barang atau benda itu ada plat number 2100-4043-02
dan serial number 000556583," kata Soelistyo di Kantor Basarnas Jakarta, Senin (12/1).
Pengangkatan bagian pesawat yang selama ini dicari itu, dilakukan oleh satuan penyelam TNI Angkatan Laut.
"Kapten Saiful, Pelda Bambang, Serda Rajab, Kopda Edi Susanto," tambah Soelistyo.
Soelistyo menjelaskan, black box pesawat pada dasarnya terdiri dari dua bagian, yakni FDR dan CVR (Cokpit Data Recorder). Dan hingga saat ini, menurut Soelistyo, tim operasi gabungan masih mencari keberdaan CVR tersebut.
"Yang masih diupayakan cockpit voice recoreder (CVR). Tugas utama mencari cockpit voice recorder," pungkasnya.
Baca juga:
FDR black box AirAsia ditemukan di bawah puing sayap pesawat
Kendala-kendala pencarian black box AirAsia QZ8501
Belum ada bukti, Basarnas enggan rilis penemuan black box QZ8501
Hari ke-15, black box AirAsia QZ8501 akhirnya ditemukan
Menyelam 12 jam, Tim SAR belum temukan black box AirAsia
Ini lokasi temuan sinyal Ping Black Box AirAsia
BPPT: Black box AirAsia diindikasikan berada di kedalaman 30 m