LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim Independen akan ditambah perwakilan dari Polri dan KPK

Tim yang tadinya ada 7 anggota akan ditambah 2 orang, sehingga menjadi 9.

2015-01-27 15:39:42
Polri
Advertisement

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto membenarkan adanya rencana penambahan anggota tim independen yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan konflik KPK vs Polri. Tim yang tadinya ada 7 anggota akan ditambah 2 orang, sehingga menjadi 9.

"Ada pertimbangan yang diberikan tim 7 untuk menambah satu orang mewakili Polri, satu orang mewakili KPK," ujarnya di Kantor Setneg, Jakarta, Selasa (26/1).

Namun Andi enggan menjelaskan siapa dua orang yang masuk menjadi anggota tim independen itu. Sebab, Andi tidak ingin mendahului Presiden Jokowi yang nanti akan memberikan pernyataan terkait tim ini.

"Ditunggu dulu sampai timnya dibentuk oleh presiden kami harus melaporkan setelah nanti malam presiden kembali jam 7 malam," ujarnya.

Dalam rapat hari ini antara Tim Independen dan Setneg dibahas rancangan Keppres yang akan dibuat untuk payung hukum tupoksi dari tim ini. Setelah dirapatkan, nanti akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi dan ditandatangani.

"Sampai keppresnya dikeluarkan presiden, presiden baru kembali nanti malam. Jadi kami harus lapor setelah presiden kembali dari Medan," ujarnya.

Dalam rapat ini tim independen yang hadir yakni Oegroseno, Jimly Asshiddiqie, Bambang Widodo Umar, Hikmahanto Juwana, Erry Riana, Tumpak Hatorangan, Buya Syafii Maarif, dan Imam Prasodjo. Sebagian dari mereka merupakan anggota Tim Independen yang dibentuk Presiden SBY untuk menyelesaikan kasus KPK vs Polri saat itu.

Baca juga:
Komnas HAM akan datangi Wakapolri-Kabareskrim bila tolak panggilan
Kasus Bambang, Komnas HAM panggil Wakapolri dan Kabareskrim besok
Tak cuma BW, Komnas HAM juga usut kriminalisasi Abraham Samad cs
Komnas HAM sebut negara belum bertindak konkret lindungi KPK
Komnas HAM bentuk tim usut dugaan kriminalisasi pimpinan KPK

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.