The Gade Preneur Space, Rumah Baru UMKM untuk Tumbuh dan Naik Kelas
The Gade Preneur Space Lempuyangan Jogja bukan sekedar toko modern biasa.
Sebuah bangunan yang terletak di Jalan Mas Suharto No.49, Tegal Panggung, Yogyakarta menjadi rumah baru bagi ratusan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM. Puluhan jenis camilan, produk herbal hingga kerajinan tangan tertata rapi di etalase.
Bangunan menyerupai swalayan yang terintegrasi dengan Kantor Pegadaian Lempuyangan itu adalah The Gade Preneur Space yang baru diresmikan pada Kamis (25/09/2025). The Gade Preneur Space menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk memasarkan produk dan masyarakat umum bisa berkunjung untuk membelinya.
Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian mengungkapkan, The Gade Preneur Space Lempuyangan Jogja merupakan yang kelima diresmikan setelah The Gade Preneur Space di Cimahi, Jawa Barat. "Dan ini (The Gade Preneur Space Lempuyangan Jogja) menjadi satu-satunya dan pertama yang menghubungkan antara kantor cabang, kafe dan Gade Preneur Space" ungkapnya saat acara peresmian.
The Gade Preneur Space Lempuyangan Jogja bukan sekedar toko modern biasa. Di balik bangunan bernuansa hijau putih itu tersimpan semangat besar untuk menggerakan roda ekonomi khususnya bagi masyarakat Yogyakarta.
Hal itu sejalan dengan harapan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo saat hadir di acara peresmian The Gade Preneur Space Lempuyangan. "Harapan saya dari Pegadaian bisa membantu UMKM dan melalui Gade Preneur Space ini ada kesempatan UMKM itu untuk menguasai konsumsi lokal sendiri," ungkapnya.
The Gade Preneur Space Bagian dari ESG Pegadaian
Keberadaan The Gade Preneur Space menjadi ekosistem nyata dari kelanjutan program GadePreneur yang merupakan bagian dari program ESG (Environmental, Sosial, Governance) yang dijalankan Pegadaian sebagai upaya untuk #mengEMASkanindonesia. Melalui inisiatif ini, Pegadaian mengEMASkan Indonesia turut mendorong program pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan serta memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh, berdaya saing hingga naik kelas.
Terlebih The Gade Preneur Space Lempuyangan ini terbagi menjadi dua area utama, GadeStore untuk memasarkan produk UMKM lokal. Sementara GadeSpace sebagai ruang publik multifungsi yang dapat digunakan secara gratis.
Masyarakat yang memanfaatkan ruangan tersebut untuk seminar, workshop, pameran atau acara komunitas akan secara otomatis ikut mendukung UMKM lokal untuk tumbuh lebih pesat. Pasalnya setiap acara yang digelar dengan jumlah peserta lebih dari 10 orang maka akan dikenai biaya Rp10.000 untuk dikembalikan dalam bentuk voucher belanja dengan nominal yang sama.
Hal itu disampaikan oleh Baiq Astrid Amalya Nuanshari, Supervisor GadeSpace saat ditemui Merdeka.com pada Rabu (08/10/2025). "Kalau peserta di bawah 10 orang full gratis, kalau lebih dari itu kita kasih beban untuk beli produk UMKM dalam bentuk voucher belanja di GadeStore senilai 10ribu." ungkapnya menjelaskan salah satu syarat untuk bisa memanfaatkan fasilitas ruangan The Gade Preneur Space.
Lebih lanjut, Astrid sapaan akrabnya menegaskan jika pihaknya tidak mengambil keuntungan dari voucher yang dibebankan. Semua keuntungan akan diberikan untuk UMKM yang menjual produknya di GadeStore.
Selain itu, penyelenggara atau komunitas yang akan mengadakan acara di GadeSpace juga dibebankan untuk membayar biaya kebersihan sebesar Rp100.000. Meski pemanfaatan ruangan tidak 100% gratis, besar biaya yang dibebankan tergolong sangat terjangkau dibanding harus menyewa ruang pertemuan di tempat lain.
Fasilitas yang ditawarkan GadeSpace Yogyakarta juga cukup lengkap, seperti ruangan ber-AC dengan kapasitas 50+ orang, TV, proyektor, mic, speaker hingga kursi akan disiapkan pihak pengelola. Selain itu terdapat juga musala, toilet, ruang transit untuk narasumber hingga tempat parkir yang cukup luas.
Evi dari Paguyuban Bahagia mengaku sangat berkesan dan terbantu saat memanfaatkan ruangan GadeSpace Lempuyangan untuk mengadakan seminar. Menurutnya, pelayanan dari pihak pengelola sangat baik karena telah mempersiapkan hal-hal teknis yang dibutuhkan untuk kelancaran acara.
"Bantuan dari tim GadeSpace top banget deh, kita datang itu ruangan udah siap, kursi udah rapi sesuai request, tinggal kita colokin laptop aja ke proyektor. Mic soundnya juga bagus banget." kesan Evi saat pertama kali memanfaatkan fasilitas GadeSpace Lempuyangan.
Lebih lanjut Evi menegaskan akan kembali memanfaatkan fasilitas Gadepace untuk acara lainnya. Mengingat biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibanding saat harus menyewa ruangan pertemuan di tempat lain.
"Di tengah kondisi ekonomi yang apa-apa harus bayar, ruangan gratis GadeSpace ini sangat membantu komunitas kecil seperti kami. Kalau ada acara lagi pasti bakal ke sini lagi" ungkapnya saat ditemui Merdeka.com, Sabtu (11/10/2025).
Terkait ketentuan harus membeli voucher sebesar Rp10.000 juga tidak menjadi masalah untuknya. Bagi Evi hal itu menjadi salah satu upaya untuk membantu mendorong memajukan UMKM Indonesia.
"Dengan bayar sepuluh ribu itu kita juga jadi tau ada produk UMKM yang dijual di sana, jadi kita bisa mendukung jualan mereka itu sangat worth it lah" papar Evi.
Promosi yang dilakukan oleh pihak pengelola GadeSpace melalui media sosial disambut antusias oleh berbagai pihak yang ingin menggelar acara di sana. Mengingat banyak komunitas yang membutuhkan space gratis untuk menggelar acara dengan biaya sewa yang sangat terjangkau.
Terlebih upaya mengenalkan produk UMKM melalui GadeStore juga disambut hangat oleh masyarakat umum. Membuat penjualan produk di GadeStore juga meningkat sejak diresmikan.
"Kebanyakan yang mampir ke sini (GadeStore) itu memang masih dari nasabah Pegadaian atau pengunjung Gade Coffee, tapi sejauh ini meski baru beberapa minggu launching antusiasnya sudah bagus banget" ungkat Astrid saat ditanya progres penjualan produk UMKM di GadeStore Lempuyangan.
Produk-produk UMKM yang dijual di store juga bukan produk sembarangan. Mengusung slogan "Produk UMKM Unggulan Terkurasi", bisa dipastikan jika 90% produk yang dijual di GadeStore merupakan produk unggulan UMKM yang telah lolos kurasi.
Terlebih produk yang dijual di sana sebagian besar merupakan produk dari UMKM binaan Pegadaian yang telah bergabung dalam program GadePreneur. "Sebagian besar itu produk binaan Pegadaian (GadePreneur), sisanya kita open rekruitmen, kita biasanya infoin mau enggak titip produk di GadeStore, tapi ya proses kurasinya cukup ketat sesuai standar kita" jelas Astrid lebih lanjut.
Menggandeng Jaya Setiabudi, seorang mentor bisnis sekaligus pengusaha sukses di Indonesia, Astrid dan tim melakukan kurasi yang cukup ketat terhadap produk-produk UMKM di GadeStore. Begitu pula saat mendampingi para pengusaha yang bergabung dengan GadePreneur, program pelatihan bisnis dan pembinaan berkurikulum dari Pegadaian.
Langkah tersebut bukan tanpa alasan, pendampingan dan proses seleksi yang ketat dan bertahap diharapkan dapat melahirkan UMKM unggulan di Indonesia yang berdaya saing tinggi. Terbukti selama dua tahun program GadePreneur berlangsung, kini telah melahirkan ribuan UMKM unggulan yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.
Melalui program GadePreneur yang merupakan bagian dari ESG PT Pegadaian, para pelaku usaha yang berhasil bergabung dengan program tersebut akan melalui berbagai tahapan. Mulai dari pembinaan offline yang dilaksanakan di 12 wilayah, mentoring virtual hingga rebranding produk agar meningkatkan nilai jual untuk menjadikan produk UMKM lebih unggul berkualitas.
"UMKM dari Jogja itu ada banyak, di antaranya Bakpia Kedaton, Kebab N Me yang sekarang punya banyak cabang, Foxandbunny yang jual mainan edukasi bayi dan masih banyak lagi" jelas Astrid mengungkapkan UMKM yang bergabung dengan GadePreneur yang kini telah berkembang pesat berkat dukungan Pegadaian.
Melalui GadePreneur, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan bagaimana memproduksi produk yang baik, pelatihan literasi keuangan, financial structure, costing, packaging, perizinan usaha hingga kerjasama yang berkelanjutan terkait produk-produk yang dihasilkan. Melalui GadeStore yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, produk-produk mitra Pegadaian akan dipromosikan secara sustainable baik melalui toko offline maupun online di GadeMall.
Langkah tersebut tentu sebagai strategi ESG Pegadaian dalam wujud komitmen moral Pegadaian mengEMASkan Indonesia dengan mendampingi UMKM Indonesia untuk terus bertumbuh. Kehadiran program GadePreneur, tidak hanya memberikan edukasi, melainkan membawa dampak yang berkelanjutkan sebagai bentuk nyata kontribusi Pegadaian untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM untuk terus bersinar dan naik kelas.