Terungkap Asal Usul Lakban Kuning yang Lilit Kepala Diplomat Kemlu Tewas di Indekos
Misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) mulai terungkap satu per satu.
Setiap detail mengenai misteri kematian diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) mulai terungkap, termasuk asal-usul lakban kuning yang ditemukan melilit kepala korban.
Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa lakban kuning tersebut dibeli di Yogyakarta. "Terkait dengan Lakban kuning, berdasarkan keterangan istri korban, bahwa lakban tersebut dibeli pada akhir bulan Juni di Toko Merah, Gedong Kuning, Yogyakarta," ungkap Ade saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari Senin (28/7).
Selain ditemukan di lokasi kejadian perkara (TKP) yang berlokasi di indekos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, lakban kuning juga terdapat di rumah korban yang berada di Yogyakarta.
"Segera akan diserahkan ke penyidik sebagai pembanding," tambah Ade, menunjukkan bahwa penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap lebih banyak fakta mengenai kasus ini.
Penggunaan Lakban Kuning di Kemlu
Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menunjukkan bahwa lakban kuning yang ditemukan sering digunakan oleh pegawai Kementerian Luar Negeri saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
"Guna mempermudah mencari barang saat di bandara, mengingat fungsinya sebagai penanda karena warna mencolok," pungkasnya.
Menurut informasi yang diperoleh dari pemeriksaan rekan kerja korban, lakban kuning tersebut memiliki peranan penting dalam membantu pegawai Kemlu saat berada di bandara. Dengan warna yang mencolok, lakban ini memudahkan mereka dalam menemukan barang bawaan mereka.
Lakban Kuning Ditemukan di TKP
ADP ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan wajah yang terlilit lakban kuning di indekos yang terletak di kawasan Gondangdia Kecil. Selain itu, kepala ADP juga dibungkus dengan plastik berwarna putih. Ketika pertama kali ditemukan, ADP berada dalam kondisi tertutup selimut, mengenakan kaus dan celana pendek, sementara pintu indekosnya terkunci dari dalam.
"Korban ditemukan dalam kondisi wajah tertutup plastik, kemudian terlilit lakban berwarna kuning di tempat tidurnya," pungkas Ade.
Kejadian ini menimbulkan rasa penasaran dan ketakutan di kalangan warga sekitar, yang tidak menyangka akan terjadi peristiwa tragis seperti ini di lingkungan mereka. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab dan pelaku di balik kematian ADP yang sangat mengkhawatirkan ini.