Terobosan Baru: Kemendiktisaintek Usulkan Lomba Khusus Disabilitas di MTQMN Berikutnya, Wujudkan MTQMN Inklusif Disabilitas!
Kemendiktisaintek mengusulkan penambahan cabang lomba khusus bagi mahasiswa disabilitas pada MTQMN berikutnya, menandai langkah maju menuju MTQMN Inklusif Disabilitas. Akankah terwujud?
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) secara resmi mengusulkan penambahan cabang lomba khusus bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Usulan ini diajukan untuk Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) berikutnya, sebagai upaya nyata mewujudkan inklusivitas.
Wacana penting ini disampaikan oleh Jobih, perwakilan dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemendiktisaintek. Pernyataan tersebut disampaikan di Banjarmasin pada Selasa (07/10) lalu, dalam acara Sarasehan Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan MTQMN XVIII tahun 2025.
Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi serta mendorong partisipasi aktif mahasiswa disabilitas dalam kegiatan keagamaan berskala nasional. "Kami sedang memikirkan agar mahasiswa disabilitas dapat difasilitasi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan MTQ," kata Jobih, menegaskan komitmen Kemendiktisaintek.
Usulan Inklusif dan Respons Positif
Inisiatif Kemendiktisaintek untuk mengikutsertakan mahasiswa disabilitas dalam MTQMN disambut dengan sangat positif oleh berbagai pihak. Para peserta sarasehan menilai usulan ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dan perguruan tinggi.
Mereka melihat bahwa langkah ini akan mewujudkan MTQMN yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh mahasiswa. Forum sarasehan tersebut memang menjadi wadah strategis untuk menampung berbagai saran dan masukan dari perguruan tinggi.
Masukan tersebut khususnya berkaitan dengan pelaksanaan MTQMN di masa mendatang, termasuk pengembangan MTQMN Inklusif Disabilitas. Hal ini menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antarlembaga pendidikan tinggi.
Dukungan Penuh dari Tuan Rumah MTQMN
Ketua Pelaksana MTQMN XVIII, Muhammad Rusmin Nuryadin, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, menyatakan dukungan penuh. Ia menegaskan kesiapan ULM untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknis dan penyusunan mekanisme lomba bagi mahasiswa disabilitas.
Sarasehan ini juga menjadi momentum penting bagi para pimpinan perguruan tinggi untuk berbagi pengalaman berharga. Pengalaman tersebut meliputi pembinaan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa di bidang keagamaan.
Rusmin menambahkan bahwa forum ini merupakan ruang bersama untuk terus memperbaiki dan memperkuat penyelenggaraan MTQ Mahasiswa di masa depan. ULM sebagai tuan rumah MTQMN XVIII berkomitmen menghadirkan kegiatan yang sukses secara teknis.
"ULM sebagai tuan rumah MTQMN kali ini berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga berdampak positif terhadap pengembangan karakter dan spiritualitas mahasiswa di seluruh Indonesia," tegas Rusmin.
Konteks MTQMN XVIII di ULM
MTQMN XVIII saat ini sedang berlangsung di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai tuan rumah. Acara ini diikuti oleh sekitar 1.500 peserta yang berasal dari 194 perguruan tinggi dari berbagai penjuru nusantara.
Para peserta berkompetisi dalam 15 cabang lomba yang berbeda, menunjukkan keragaman bakat dan minat mahasiswa. Penyelenggaraan MTQMN ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan peningkatan kualitas spiritual mahasiswa.
Dengan adanya usulan lomba khusus disabilitas, MTQMN diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa. Hal ini sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di kalangan generasi muda Indonesia.
Sumber: AntaraNews