Terkuak! Puluhan Ribu Limbah Medis Serang Resahkan Warga, DLH Koordinasi Lintas Sektor
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang bergerak cepat menanggapi temuan limbah medis Serang yang meresahkan warga. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk evakuasi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Provinsi Banten, mengambil langkah sigap merespons temuan tumpukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis. Limbah tersebut ditemukan di dekat permukiman warga Perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, yang menimbulkan keresahan.
Penemuan limbah medis Serang ini telah berlangsung hampir sepekan dan memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat setempat. Bau menyengat yang muncul terutama saat hujan menjadi salah satu pemicu utama keresahan warga sekitar.
Menanggapi situasi ini, Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, pada Minggu (19/10), menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif. Tujuannya adalah untuk memastikan proses evakuasi limbah B3 medis dapat berjalan lancar dan sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah Cepat DLH dan Koordinasi Lintas Sektor
DLH Kota Serang tidak tinggal diam setelah mengetahui adanya tumpukan limbah medis Serang yang berpotensi membahayakan. Farach Richi menegaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi terkait untuk penanganan masalah ini secara komprehensif.
Instansi yang dilibatkan dalam upaya penanganan ini meliputi Dinas Kesehatan Kota Serang, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, serta DLH Kabupaten Serang. Selain itu, Polresta Serang Kota juga turut serta dalam pengawasan dan pengamanan area temuan limbah.
Pihak transporter limbah B3 berizin juga telah dihubungi untuk memastikan proses pengangkutan limbah dapat dilakukan secara profesional. "Kami sudah berkoordinasi dengan DLH untuk penanganan limbah B3 ini. Dan sudah berkoordinasi dengan transporter limbah B3," ujar Farach Richi.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan mitigasi dampak negatif dari keberadaan limbah medis Serang. Penanganan yang terpadu menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan lingkungan semacam ini.
Keresahan Warga dan Potensi Bahaya Limbah Medis
Lokasi pembuangan limbah medis Serang yang berisi puluhan ribu alat kesehatan bekas telah dipasang segel dan garis polisi. Meskipun demikian, keberadaan limbah ini telah menimbulkan keresahan mendalam bagi warga Perumahan Graha Walantaka.
Jenis limbah yang ditemukan sangat beragam dan berpotensi tinggi membahayakan kesehatan. Ini termasuk jarum suntik, kantong infus, tabung dializer, hingga kain medis yang berlumur darah, menunjukkan sifat limbah yang sangat infeksius.
Camat Walantaka, Muslim Sholeh, yang telah mengecek lokasi, mengonfirmasi penumpukan limbah B3 medis tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa dari sampel yang ditemukan, ada indikasi limbah berasal dari rumah sakit di Kabupaten Serang dan bahkan dari luar Banten.
Potensi bahaya yang ditimbulkan oleh limbah B3 medis ini sangat besar, mulai dari penyebaran penyakit menular hingga pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak mendekati area pembuangan demi keselamatan bersama.
Rencana Evakuasi dan Imbauan Keselamatan
Menanggapi keresahan warga dan urgensi penanganan, pihak DLH menjanjikan pengangkutan limbah medis Serang akan dilakukan sesegera mungkin. Proses ini menunggu jadwal pasti dari transporter limbah B3 yang telah dikoordinasikan.
"Insya Allah sesegera mungkin, kami menunggu jadwal dengan transporter limbah B3 untuk diangkut," tegas Farach Richi. Pernyataan ini memberikan harapan bagi warga akan penanganan cepat dan tuntas.
Selain upaya evakuasi, Camat Walantaka, Muslim Sholeh, juga telah mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Ia meminta warga agar tidak mendekati area pembuangan limbah mengingat risiko kesehatan yang sangat tinggi.
Koordinasi lintas instansi ini diharapkan dapat memastikan limbah berbahaya tersebut ditangani sesuai prosedur. Tujuannya adalah agar tidak lagi menimbulkan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan masyarakat Walantaka di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews